MoU Perdamaian AS-Iran Masih Difinalisasi, Teheran Belum Beri Kepastian

MoU Perdamaian AS-Iran Masih Difinalisasi, Teheran Belum Beri Kepastian

Bagikan:

WASHINGTON DC – Rencana penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk meredakan konflik di kawasan Teluk masih berada dalam tahap finalisasi. Meski sejumlah pihak menyebut dokumen tersebut berpotensi ditandatangani di Jenewa, Swiss, pada Minggu (14/06/2026), Pemerintah Iran menyatakan belum mengambil keputusan akhir terkait pelaksanaan upacara penandatanganan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa pembahasan terkait kesepakatan tersebut belum sepenuhnya rampung.

“Kami belum mencapai kesimpulan mengenai masalah ini.”

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya spekulasi mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan damai sebelum pertemuan negara-negara anggota Kelompok Tujuh (G7) di Prancis. Sejumlah sumber menyebut isi dokumen masih disempurnakan dan ditargetkan selesai pada Sabtu (13/06/2026).

Berdasarkan informasi yang beredar, rancangan MoU tersebut memuat penghentian permusuhan di sejumlah wilayah konflik, termasuk Lebanon, serta membuka jalan bagi pembahasan lanjutan mengenai isu nuklir Iran. Informasi itu sebagaimana diwartakan Kompas, Jumat, (12/06/2026).

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengklaim Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan yang signifikan.

“Kemungkinan kalian sudah mendengar bahwa hari ini kami telah menyelesaikan kesepakatan dengan Iran. Kami membuat kesepakatan yang hebat,” kata Trump.

“Tidak akan ada senjata nuklir. Orang-orang akan segera mulai pulang. Ini sudah hampir selesai. Kami mendapatkan semua yang kami inginkan,” ujarnya.

Trump juga menyatakan pembukaan kembali Selat Hormuz akan dilakukan setelah kesepakatan ditandatangani.

“Selat itu akan secara resmi dibuka segera setelah kami menandatangani, yang bisa terjadi segera, sangat segera, mungkin akhir pekan ini di Eropa,” kata Trump.

Laporan sejumlah media internasional menyebut rancangan kesepakatan menawarkan beberapa konsesi kepada Iran, antara lain pencabutan sanksi terhadap sektor minyak, pembukaan akses terhadap dana yang sebelumnya diblokir, serta penghentian operasi militer Israel di Lebanon.

Selain itu, media Iran melaporkan adanya wacana dukungan rekonstruksi ekonomi Iran dengan nilai mencapai 300 miliar dolar AS. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai isi final dokumen yang akan ditandatangani.

Meski proses diplomasi terus berlangsung, ketegangan di kawasan belum sepenuhnya mereda. Seorang pejabat AS menyebut militer Amerika menembak jatuh dua drone Iran yang diduga mengancam kapal komersial di Selat Hormuz. Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan penghentian sebuah kapal tanker yang melintas di jalur pelayaran strategis tersebut.

Pemerintah Israel juga menegaskan tidak terlibat dalam penyusunan MoU yang sedang dinegosiasikan. Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan negaranya bukan bagian dari nota kesepahaman tersebut dan tidak dilibatkan dalam proses perundingan.

Perkembangan negosiasi ini menjadi sorotan internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah, keamanan jalur perdagangan energi global, serta hubungan diplomatik antara negara-negara yang selama ini terlibat dalam konflik berkepanjangan. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang