JAKARTA – Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Kemayoran bergerak cepat menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pria berinisial AS (35) yang tewas akibat luka tusuk di kawasan Jalan Utan Panjang 3, Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (15/06/2026) dini hari. Peristiwa tragis tersebut terjadi di hadapan anak korban yang masih di bawah umur.
Korban ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah mengalami luka tusuk pada bagian perut dan dada kiri. Berdasarkan keterangan saksi, insiden itu terjadi sekitar pukul 01.05 WIB dan diduga dipicu persoalan pribadi antara korban dan pelaku.
Saksi berinisial VA (30) mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, korban mendatangi pelaku dengan membawa anaknya.
“Awalnya, korban membawa anaknya jalan (pergi) menemui pelaku untuk masalah pribadi,” kata VA kepada petugas.
“Lalu, pelaku berkata, ‘Loe kenapa Jas ninggalin gue di sana sendirian?’. Kemudian korban menurunkan anaknya yang saat itu sedang digendongnya,” ujarnya.
Setelah korban menurunkan anaknya, pelaku diduga langsung melancarkan aksinya menggunakan pisau dapur yang telah dibawa sebelumnya. Akibat serangan tersebut, korban roboh bersimbah darah dan meninggal dunia di tempat kejadian.
“Dari situ pelaku sudah membawa senjata tajam berupa pisau dapur. Lalu menusuk korban sebanyak dua kali,” ucapnya.
Usai melakukan penusukan, pelaku melarikan diri sambil membawa senjata yang digunakan. Namun, aparat kepolisian berhasil mengamankan pelaku berinisial TA tidak lama setelah kejadian, sebagaimana diberitakan Voi, Senin (15/06/2026).
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kemayoran Agung Ardiyansyah membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, terduga pelaku kini telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kemayoran.
“Untuk motif sementara karena salah paham dan dendam. Namun keterangan pelaku masih didalami oleh penyidik apakah ada motif lainnya,” kata Agung saat dikonfirmasi pada Senin pagi.
Penyidik masih mendalami motif serta rangkaian peristiwa yang berujung pada tewasnya korban. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya penyelesaian konflik secara damai agar tidak berujung pada tindak kekerasan yang merenggut nyawa dan meninggalkan trauma bagi keluarga, terutama anak yang menyaksikan langsung kejadian tersebut. []
Redaksi05

