MARDAN – Dua kecelakaan alutsista militer dalam kurun kurang dari sepekan kembali menyoroti keselamatan penerbangan militer di Pakistan. Terbaru, sebuah pesawat latih milik Angkatan Udara Pakistan jatuh saat menjalankan latihan rutin di dekat Kota Mardan, Senin (15/06/2026), yang mengakibatkan dua pilot tewas.
Insiden tersebut terjadi di wilayah barat laut Pakistan dan menjadi kecelakaan pesawat militer mematikan kedua dalam waktu kurang dari satu minggu. Sebelumnya, sebuah helikopter militer juga jatuh di wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan pada Rabu lalu dengan seluruh penumpang dilaporkan meninggal dunia.
Sayap media militer Pakistan menyatakan pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan pesawat latih milik Angkatan Udara Pakistan yang tengah melaksanakan penerbangan latihan rutin.
“Pesawat latih Angkatan Udara Pakistan dalam penerbangan latihan rutin telah jatuh di dekat Mardan hari ini,” kata sayap media militer Pakistan dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilansir AFP, Senin (15/06/2026).
Menurut pernyataan tersebut, dua pilot yang berada di dalam pesawat menjadi korban jiwa. Salah satu pilot berasal dari Angkatan Udara Pakistan, sedangkan pilot lainnya merupakan personel Angkatan Laut Pakistan. Otoritas militer belum mengungkap jenis pesawat yang mengalami kecelakaan.
“Sebuah dewan penyelidikan telah dibentuk oleh Markas Besar Angkatan Udara untuk memastikan penyebab kecelakaan,” tambahnya.
Hingga kini, penyebab jatuhnya pesawat masih dalam proses investigasi. Di sisi lain, militer Pakistan juga masih menyelidiki kecelakaan helikopter yang terjadi pekan lalu di dekat ibu kota Kashmir yang dikelola Pakistan. Berdasarkan keterangan awal, insiden helikopter tersebut diduga dipicu oleh gangguan teknis.
Pihak berwenang juga belum mengumumkan jumlah pasti penumpang yang berada di dalam helikopter saat kecelakaan terjadi.
Serangkaian kecelakaan yang menimpa armada militer itu kembali memunculkan perhatian terhadap rekam jejak keselamatan penerbangan di Pakistan. Negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir kerap mengalami kecelakaan pesawat maupun helikopter, terutama di kawasan pegunungan wilayah utara yang memiliki tantangan geografis tinggi. []
Redaksi05

