FLORES TIMUR – Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali meningkat setelah gunung tersebut mengalami empat kali erupsi pada Rabu (17/06/2026) dini hari. Masyarakat dan wisatawan diminta meningkatkan kewaspadaan serta menghindari area dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, Fransiskus Xaverius Masan, mengatakan letusan terpantau terjadi pada periode pukul 00.00 Wita hingga 06.00 Wita dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 hingga 1.500 meter di atas puncak gunung.
“Teramati empat kali letusan dengan tinggi 1.000-1.500 meter,” ujar Fransiskus dalam keterangannya, Rabu, sebagaimana dilansir Kompas pada Rabu, (17/06/2026).
Menurut Fransiskus, kolom abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal teramati bergerak ke arah barat dan barat laut. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi wilayah yang berada di jalur sebaran abu.
Berdasarkan data seismograf, erupsi tercatat memiliki amplitudo 22,9-47,3 milimeter dengan durasi sekitar 50-89 detik. Selain itu, aktivitas kegempaan juga menunjukkan adanya enam kali gempa tremor nonharmonik, satu kali gempa low frequency, tiga kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa tektonik lokal, serta tiga kali gempa tektonik jauh.
Secara visual, area puncak gunung masih terlihat jelas. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan ketinggian sekitar 50 meter di atas puncak kawah.
Fransiskus mengimbau masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik agar menggunakan alat pelindung diri, seperti masker, guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu.
Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini masih berada pada status Level III atau Siaga. Karena itu, warga maupun wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi demi menghindari potensi bahaya letusan susulan.
Peningkatan aktivitas vulkanik ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari otoritas terkait dan mematuhi rekomendasi mitigasi bencana guna meminimalkan risiko terhadap keselamatan jiwa maupun kesehatan. []
Redaksi05

