CIREBON – Dugaan kebocoran gas elpiji memicu kebakaran hebat yang menghanguskan sebuah rumah sekaligus pangkalan elpiji di Desa Cipejeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon (Cirebon), Jawa Barat, Selasa (23/06/2026) dini hari. Insiden tersebut menyebabkan pemilik rumah mengalami luka bakar dan kerugian ditaksir mencapai Rp250 juta.
Rumah milik Taryudi yang juga difungsikan sebagai tempat penyimpanan dan penjualan elpiji itu diketahui menyimpan sekitar 30 tabung gas saat kejadian. Sebelum api membesar, korban sempat mencium bau gas menyengat ketika sedang memasak air di dapur bagian belakang rumah.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Cirebon, Eno Sujana, mengatakan petugas menerima laporan kebakaran sekitar pukul 01.00 WIB dan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
“Kondisi api sangat besar, sehingga kami langsung meminta penambahan tim agar tidak meluas dan merambat ke bangunan lain,” kata Eno saat dihubungi, sebagaimana dilansir Kompas, Selasa (23/06/2026).
Berdasarkan keterangan korban, setelah mencium aroma gas, ia berupaya mencari sumber kebocoran dengan menuju ruang tengah yang digunakan untuk menyimpan tabung elpiji. Namun, sebelum sempat melakukan pemeriksaan lebih lanjut, muncul semburan api yang menyambar wajah serta kedua tangannya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar pada wajah, tangan, dan kaki. Korban juga sempat pingsan akibat syok sebelum akhirnya dibawa keluarga ke pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) untuk mendapatkan perawatan medis.
Saat keluarga kembali dari Puskesmas, kobaran api telah membesar dan melahap sebagian besar bangunan rumah. Dalam kondisi panik, keluarga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan.
“Kondisi api sangat besar, sehingga kami langsung meminta penambahan tim agar tidak meluas dan merambat ke bangunan lain,” kata Eno.
Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Petugas melakukan beberapa kali pengisian air sebelum akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan kobaran api.
Kebakaran menghanguskan sejumlah barang berharga milik korban, antara lain televisi, pendingin ruangan (air conditioner/AC), lemari pendingin, perabot rumah tangga, surat tanah, perhiasan emas, serta sejumlah tabung elpiji ukuran 3 kilogram dan 12 kilogram.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerusakan bangunan dan barang-barang yang terbakar menyebabkan kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp250 juta.
Petugas menduga kebakaran dipicu kebocoran gas elpiji. Meski demikian, penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap penyimpanan tabung gas dalam jumlah besar guna mencegah risiko kebakaran yang dapat mengancam keselamatan jiwa dan harta benda. []
Redaksi05

