Usai Pesta Adat Wagal, Dua Warga Manggarai Jadi Korban Dugaan Pengeroyokan

Usai Pesta Adat Wagal, Dua Warga Manggarai Jadi Korban Dugaan Pengeroyokan

Bagikan:

MANGGARAI – Keluarga dua warga yang menjadi korban dugaan pengeroyokan usai pesta adat Wagal di Rawuk Ndoso, Desa Ndoso, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai, mendesak aparat penegak hukum segera mengusut peristiwa yang menyebabkan korban mengalami luka di bagian kepala dan tubuh. Insiden tersebut terjadi pada Rabu (24/06/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita setelah rangkaian acara adat selesai dilaksanakan.

Korban diketahui bernama Bonifasius Harum dan Kosmas Hadun, warga Cireng, Kecamatan Mese Utara, Manggarai. Keduanya diduga menjadi sasaran aksi kekerasan oleh sekelompok pemuda saat masyarakat masih berada di lokasi kegiatan hiburan dan silaturahmi pascaacara adat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, situasi selama pelaksanaan ritual adat berlangsung aman dan tertib. Namun, kondisi berubah setelah acara resmi berakhir. Diduga terjadi perselisihan yang melibatkan sejumlah pemuda hingga berujung pada aksi pengeroyokan.

Bonifasius Harum disebut menjadi sasaran serangan secara tiba-tiba oleh sejumlah pemuda yang berasal dari lingkungan sekitar Rawuk Ndoso. Karena jumlah pelaku diduga lebih banyak dan serangan berlangsung mendadak, korban tidak sempat menghindar maupun melakukan perlawanan.

Saat ayah korban berusaha melerai keributan, ia juga diduga terkena lemparan batu yang mengenai bagian kepala. Akibat kejadian tersebut, Bonifasius mengalami luka robek pada dahi dan kepala serta memar di beberapa bagian tubuh.

Sementara itu, Kosmas Hadun mengalami luka lecet dan memar pada bagian kepala akibat insiden yang sama. Kedua korban kemudian mendapat pertolongan dari warga yang masih berada di lokasi sebelum menjalani perawatan awal bersama keluarga.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah pelaksanaan pesta adat Wagal yang selama ini dikenal sebagai momentum mempererat persaudaraan dan memperkuat hubungan antarwarga. Karena itu, sejumlah warga menyayangkan terjadinya aksi kekerasan yang mencederai nilai kebersamaan dalam kegiatan adat tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kronologi lengkap, jumlah pelaku yang terlibat, maupun motif yang melatarbelakangi dugaan pengeroyokan tersebut. Informasi ini sebagaimana diwartakan Infolabuanbajo, Rabu, (24/06/2026).

Keluarga korban dan masyarakat berharap aparat segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Perkembangan kasus masih menunggu informasi resmi dari pihak berwenang. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Kriminal