Kebakaran Toko Sembako di Pasuruan, Kerugian Capai Rp50 Juta

Kebakaran Toko Sembako di Pasuruan, Kerugian Capai Rp50 Juta

Bagikan:

PASURUAN – Respons cepat petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah api meluas ke deretan pertokoan di Dusun Sidorejo, Desa Kejayan, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, setelah sebuah toko sembako terbakar pada Rabu (24/06/2026) dini hari. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menghanguskan sebagian bangunan dan barang dagangan dengan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Api diketahui tiba-tiba muncul dari dalam ruko dan dengan cepat membesar karena banyaknya material yang mudah terbakar di dalam toko.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berdatangan ke lokasi. Sejumlah warga berupaya memadamkan api secara manual menggunakan ember berisi air, sementara lainnya berusaha menyelamatkan barang dagangan agar tidak ikut terbakar.

Sekitar 30 menit kemudian, tim pemadam dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan tiba di lokasi dengan satu unit mobil pemadam kebakaran. Petugas segera melakukan pemadaman sekaligus melokalisasi api untuk mencegah kebakaran merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.

Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasuruan, Bambang, mengatakan kebakaran berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke toko-toko lain yang berdempetan dengan bangunan terdampak.

“Bangunan dan sebagian besar barang dagangan di dalam toko hangus terbakar. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka,” kata Bambang, sebagaimana dilansir Akurat, Rabu (24/06/2026).

Toko yang terbakar diketahui milik Fitri Nuraeni (45). Akibat kejadian tersebut, sebagian bangunan seluas sekitar 15 meter persegi mengalami kerusakan berat dan sebagian besar stok dagangan tidak dapat diselamatkan.

Bambang menyebut penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, berdasarkan temuan awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu gangguan pada instalasi listrik.

“Dugaan awal penyebabnya korsleting listrik,” terang Bambang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pemilik usaha dan masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di bangunan tempat tinggal maupun tempat usaha guna meminimalkan risiko kebakaran, terutama pada bangunan yang menyimpan banyak bahan mudah terbakar. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa