Menperin RI Perkuat Diplomasi Industri dengan Negara Eurasia di INNOPROM 2026

Menperin RI Perkuat Diplomasi Industri dengan Negara Eurasia di INNOPROM 2026

Bagikan:

Indonesia membawa 50 perusahaan ke INNOPROM 2026 di Rusia untuk memperluas peluang ekspor, investasi, alih teknologi, dan kerja sama industri dengan kawasan Eurasia.

EKATERINBURG – Indonesia menegaskan ambisinya memperluas kerja sama industri dengan Rusia dan kawasan Eurasia melalui pembukaan Paviliun Indonesia dalam pameran industri internasional INNOPROM 2026 di Yekaterinburg Expo, Ekaterinburg, Rusia.

Paviliun tersebut dibuka Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia (RI) Agus Gumiwang Kartasasmita. Pembukaan itu menandai partisipasi Indonesia sebagai negara mitra dalam salah satu pameran industri terbesar di kawasan Eurasia tersebut.

Pembukaan Paviliun Indonesia turut dihadiri Perdana Menteri (PM) Federasi Rusia Mikhail Mishustin. Kehadiran PM Rusia di paviliun itu menunjukkan perhatian pemerintah Rusia terhadap penguatan hubungan bilateral dengan Indonesia, terutama di sektor industri dan perdagangan.

Dalam kesempatan tersebut, Mishustin berkeliling melihat berbagai produk unggulan dari 50 perusahaan Indonesia yang telah melalui proses kurasi. Produk yang ditampilkan berasal dari sejumlah sektor, mulai dari manufaktur, pengolahan mineral, produk kimia, teknologi digital, hingga farmasi.

Menperin RI Agus mengatakan, keikutsertaan Indonesia sebagai negara mitra merupakan hasil kerja diplomasi ekonomi yang berkelanjutan. Menurut dia, Indonesia hadir bukan hanya sebagai pasar atau pemasok bahan mentah, melainkan sebagai mitra industri yang siap masuk dalam rantai pasok regional dan global.

“Kehadiran Indonesia di INNOPROM 2026 adalah bukti nyata keseriusan kami untuk membuka pintu selebar-lebarnya bagi investasi, alih teknologi, dan kerja sama produksi yang saling menguntungkan,” ujar Menperin di hadapan para pengunjung dan delegasi dari berbagai negara.

Paviliun Indonesia dirancang sebagai etalase produk sekaligus ruang pertemuan bisnis. Melalui paviliun itu, pelaku industri, investor, dan pemangku kebijakan dapat menjajaki kerja sama di sektor prioritas, seperti industri logam dasar, mesin pertanian, elektronik, industri halal, dan makanan olahan.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI bersama berbagai asosiasi industri nasional turut mendukung kehadiran Paviliun Indonesia. Pada hari pertama penyelenggaraan, paviliun tersebut dipadati pengunjung yang ingin melihat inovasi produk Indonesia serta mendengarkan paparan peluang investasi.

PM Rusia Mikhail Mishustin menyampaikan apresiasi terhadap kualitas produk Indonesia. Ia juga menyatakan Rusia terbuka untuk meningkatkan kerja sama industri dengan negara-negara sahabat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang dinilai memiliki populasi besar dan ekonomi yang dinamis.

Pemerintah Rusia juga disebut siap memfasilitasi akses pasar bagi produk Indonesia melalui berbagai skema preferensi dagang dan kerja sama teknologi. Langkah itu sejalan dengan arah kebijakan Rusia untuk memperluas kemitraan ekonomi ke kawasan selatan dan timur.

Kehadiran pejabat tinggi kedua negara dalam pembukaan paviliun tersebut menjadi sinyal penguatan hubungan Indonesia-Rusia di bidang industri. Kerja sama yang dibidik tidak hanya terbatas pada perdagangan komoditas, tetapi juga mencakup investasi langsung, transfer pengetahuan, dan proyek bersama di sektor energi, pertahanan, serta infrastruktur digital.

Paviliun Indonesia dijadwalkan melayani pengunjung hingga 9 Juli 2026. Pemerintah Indonesia mengundang pelaku bisnis dari Rusia, negara-negara Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS), serta kawasan lainnya untuk memanfaatkan momentum tersebut guna membangun kemitraan jangka panjang.

Melalui partisipasi di INNOPROM 2026, Indonesia berupaya memperkuat posisi sebagai mitra industri strategis di Asia. Kehadiran Paviliun Indonesia diharapkan membuka peluang ekspor, investasi, dan kolaborasi teknologi yang lebih luas di tengah perubahan geopolitik dan ekonomi global. []

Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Agnes Wiguna

Bagikan:
Headlines Internasional