Permintaan telur dan daging ayam di Kepulauan Bangka Belitung meningkat, sementara produksi peternak lokal masih terbatas sehingga kebutuhan daerah masih ditopang pasokan dari luar provinsi.
PANGKALPINANG – Kebutuhan telur dan daging ayam di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus meningkat, terutama setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan, tetapi produksi peternak lokal belum mencukupi permintaan pasar.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Babel Kurniawan mengatakan pemerintah terus mendorong pengembangan peternakan ayam bukan ras (buras) sekaligus memberikan pendampingan kepada peternak untuk meningkatkan kapasitas usahanya, sebagaimana diberitakan Antara, Rabu, (23/09/2026).
“Kita terus mendorong dan membantu peternak untuk lebih meningkatkan usaha peternakan ayam buras ini,” kata Kurniawan di Pangkalpinang, Rabu.
Saat ini, populasi ayam buras yang diternakkan masyarakat di Babel mencapai 925.005 ekor. Populasi tersebut tersebar di Kabupaten Bangka sebanyak 64.338 ekor, Bangka Barat 116.970 ekor, Bangka Tengah 400.639 ekor, Belitung 110.690 ekor, dan Belitung Timur 232.368 ekor.
Tingginya permintaan pasar menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat mengembangkan usaha peternakan ayam buras. Kondisi tersebut terlihat dari permintaan terhadap produk telur dan daging ayam yang terus meningkat.
“Alhamdulillah, animo masyarakat mengembangkan usaha peternakan ayam buras ini cukup tinggi, karena permintaan pasar terhadap telur dan daging ayam yang tinggi,” ujarnya.
Untuk mendukung peningkatan produksi, DPKP Babel memberikan pendampingan kepada peternak melalui pelatihan pengelolaan ternak, penanganan penyakit, serta pemantauan kesehatan hewan. Tim kesehatan hewan juga melakukan pemeriksaan terhadap ternak masyarakat untuk mengantisipasi penyakit unggas.
Kurniawan menyebut peningkatan kebutuhan semakin terasa sejak program MBG berjalan. Kondisi itu membuat peternak lokal menghadapi tantangan untuk mengejar kebutuhan pasar yang bertambah.
“Sejak adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini, permintaan telur dan daging ayam mengalami peningkatan yang cukup signifikan, sehingga para peternak lokal mengalami kesulitan memenuhi permintaan pasar,” ujarnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Babel Subekti Saputra mengatakan keterbatasan produksi lokal membuat kebutuhan telur dan daging ayam di daerah tersebut masih harus dipenuhi dari luar provinsi.
“Kita masih mengandalkan pasokan dari peternak dari luar daerah karena produksi telur peternak lokal yang masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggi,” katanya pula.
Pengembangan peternakan ayam buras diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi peternak lokal sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat ditekan sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat Babel. []
Redaksi08.

