Lebih dari 1.000 Pendidik Babel Ikuti Diklat Berjenjang Sejak 2013

Lebih dari 1.000 Pendidik Babel Ikuti Diklat Berjenjang Sejak 2013

Bagikan:

Peningkatan kompetensi pendidik menjadi perhatian Himpaudi Babel untuk memperkuat mutu layanan PAUD, dengan lebih dari 1.000 pendidik telah mengikuti diklat berjenjang sejak 2013.

PANGKALPINANG – Peningkatan kompetensi pendidik menjadi salah satu upaya Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Bangka Belitung (Babel) dalam memperkuat kualitas layanan pendidikan anak usia dini (PAUD). Sejak 2013, lebih dari 1.000 pendidik di Babel telah mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) berjenjang yang digelar organisasi profesi tersebut.

Program peningkatan kompetensi itu kembali dilaksanakan melalui diklat dasar dan mahir yang diikuti 65 pendidik dari lembaga PAUD formal dan nonformal se-Pulau Bangka. Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari hingga 1 Oktober 2026 dan menjadi bagian dari program pengembangan kompetensi pendidik, sebagaimana diberitakan Antara, Sabtu (26/09/2026).

Ketua Pengurus Wilayah (PW) Himpaudi Babel Djuariningsih mengatakan sebanyak 45 pendidik mengikuti diklat dasar, sedangkan 20 lainnya mengikuti diklat mahir.

“Ini diklat berjenjang yang kita gelar. Ada 45 tenaga pendidik yang ikut diklat dasar dan 20 pendidik yang ikut diklat mahir. Untuk diklat lanjut juga kita gelar, namun sudah kita laksanakan sebelumnya,” kata Ketua PW Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Bangka Belitung (Babel) Djuariningsih di Pangkalpinang, Jumat.

Diklat tersebut diselenggarakan PW Himpaudi Babel bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Babel, Bunda PAUD Bangka Belitung Noni Hidayat Arsani, serta Badan Pengembangan Mutu Pendidikan (BPMP) Babel.

Peserta diklat dasar memperoleh 48 jam pelajaran (JP) tatap muka dan 210 tugas mandiri. Sementara itu, peserta diklat mahir mendapatkan 80 JP tatap muka dan 210 tugas mandiri.

“Peserta dikkat ini biaya mandiri, Rp 275 ribu untuk diklat dasar dan Rp 450 ribu untuk biaya diklat mahir. Biaya tersebut belum termasuk makan dan penginapan karena diklat dilaksanakan selama 5 hari hingga 01 Oktober nanti,” terang Djuariningsih.

Menurut Djuariningsih, diklat berjenjang menjadi bagian dari tanggung jawab Himpaudi sebagai organisasi profesi untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Program tersebut juga memberikan manfaat bagi pendidik yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Salah satu manfaatnya adalah pengakuan hasil belajar melalui rekognisi pembelajaran lampau (RPL), sehingga sertifikat diklat dapat diperhitungkan sebagai satuan kredit semester (SKS) ketika pendidik lulusan SMA melanjutkan pendidikan ke jenjang strata satu.

Selain itu, keikutsertaan dalam diklat berjenjang dapat tercatat dalam sistem data pendidikan dan menjadi bagian dari informasi pada rapor pendidikan.

“Jumlah pendidik PAUD itu selalu berubah, selalu ada yang baru, ada yang keluar. Namun kota sudah melaksanakan diklat ini untuk 70% jumlah pendidik PAUD di Babel. Sudah lebih dari 1.000 pendidik yang ikut diklat berjenjang karena sejak tahun 2013, Himpaudi sudah berkiprah melaksanakan diklat berjenjang ini,” ujarnya.

Untuk menjaga kualitas pelaksanaan pelatihan, Himpaudi menghadirkan narasumber yang telah mengikuti pelatihan bagi pelatih (Training of Trainers/TOT), memiliki sertifikat, dan mengantongi lisensi sebagai tenaga pengajar diklat berjenjang.

“Narasumber diklat mahir ada 5 orang dan diklat dasar ada 4 orang. Mereka sudah lulus TOT, bersertifikat dan memiliki lisensi di bidang masing-masing,” ujarnya.

Djuariningsih berharap peningkatan kompetensi pendidik dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan PAUD di Babel. Menurut dia, kompetensi pendidik menjadi salah satu unsur penting dalam memberikan stimulasi yang baik bagi anak usia dini.

“Jika kompetensinya bagus, Saya yakin mereka bisa memberi stimulasi yang baik untuk anak usia dini sehingga nanti kita bisa mewujudkan generasi emas di tahun 2045, meski jumlah lembaga PAUD belum merata di Kabupaten terpencil, mengingat masih banyak Anak usia dini yang membutuhkan layanan,” tutup Djuari. []

Redaksi08.

Bagikan:
Headlines Nasional