Pamsimas Mangkrak, Perusahaan Diminta Bantu Atasi Krisis Air Desa

Pamsimas Mangkrak, Perusahaan Diminta Bantu Atasi Krisis Air Desa

Bagikan:

Fasilitas Pamsimas yang dibangun sejak 2023 belum beroperasi di Desa Menamang Kiri, sehingga warga masih mengandalkan sumber air sungai dan mendorong pembangunan sumur bor sebagai solusi sementara.

KUTAI KARTANEGARA – Krisis air bersih di Desa Menamang Kiri, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), belum teratasi meski fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) telah dibangun sejak 2023. Kondisi itu membuat sekitar 400 kepala keluarga masih bergantung pada sumber air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Desa Menamang Kiri Jainuddin mengatakan fasilitas Pamsimas yang tersedia sebenarnya berpotensi melayani 166 sambungan rumah (SR), tetapi hingga kini belum dapat dioperasikan. Persoalan tersebut dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar pada Jumat (25/9/2026), sebagaimana diberitakan Headlinekaltim, Jumat (25/09/2026).

Menurut Jainuddin, belum berfungsinya Pamsimas membuat masyarakat harus mencari sumber air alternatif. Warga Desa Menamang Kiri saat ini menggunakan Sungai Menamang Kiri untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), meskipun kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran.

“Di hulu sungai ada beberapa perusahaan, kami khawatir airnya bercampur limbah atau mengandung racun,” kata Jainuddin saat rapat dengar pendapat (RDP) mengenai penanganan krisis air bersih bersama Komisi I DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat 25 September 2026.

Kekhawatiran warga semakin besar karena musim kemarau panjang membuat debit Sungai Menamang Kiri menyusut hingga sebagian alirannya mulai mengering. Untuk memenuhi kebutuhan air, warga kemudian mengambil air dari Sungai Mau yang dinilai masih relatif bersih dan terjaga.

Namun, sumber air alternatif tersebut berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman. Hampir seluruh kebutuhan air warga, termasuk kebutuhan usaha air isi ulang, kini bergantung pada Sungai Mau.

Desa Menamang Kiri memiliki enam rukun tetangga (RT) dengan sekitar 400 kepala keluarga. Kondisi paling mendesak dilaporkan berada di RT 5 dan RT 6 yang membutuhkan akses sumber air bersih.

Sebagai langkah jangka pendek, pemerintah desa bersama pengurus RT mengusulkan pembangunan sumur bor di setiap RT. Pemerintah desa juga berencana mengajukan permohonan bantuan kepada perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah Menamang Kiri.

“Semoga ada perusahaan yang bersedia membantu membuatkan sumur bor,” ujarnya.

Anggota Komisi I DPRD Kukar Desman Minang mengatakan pihaknya akan mendorong perusahaan di sekitar Menamang Kiri untuk membantu pembangunan sumur bor, terutama bagi warga yang paling membutuhkan.

DPRD Kukar juga menjadwalkan peninjauan langsung ke lokasi krisis air pada pekan berikutnya untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus kebutuhan sumber air bersih.

“Secepatnya perusahaan bantu membuat sumur bor. Kasihan masyarakat yang kesulitan air bersih,” kata Desman.

Dukungan terhadap pembangunan sumur bor disampaikan perwakilan PT Surya Hutani Jaya Arnold Siagian. Perusahaan tersebut menyatakan kesiapan membantu apabila terdapat sumber air yang layak untuk dimanfaatkan.

“Asalkan sumber airnya ada, kami siap membuatkannya,” ujar Arnold.

Pembangunan sumur bor diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi warga sembari menunggu persoalan fasilitas Pamsimas ditangani. Jika Pamsimas dapat difungsikan, jaringan tersebut memiliki kapasitas untuk memperluas akses air bersih hingga 166 rumah warga di Menamang Kiri. []

Redaksi08.

Fasilitas Pamsimas yang dibangun sejak 2023 belum beroperasi di Desa Menamang Kiri, sehingga warga masih mengandalkan sumber air sungai dan mendorong pembangunan sumur bor sebagai solusi sementara.

KUTAI KARTANEGARA – Krisis air bersih di Desa Menamang Kiri, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), belum teratasi meski fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) telah dibangun sejak 2023. Kondisi itu membuat sekitar 400 kepala keluarga masih bergantung pada sumber air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Desa Menamang Kiri Jainuddin mengatakan fasilitas Pamsimas yang tersedia sebenarnya berpotensi melayani 166 sambungan rumah (SR), tetapi hingga kini belum dapat dioperasikan. Persoalan tersebut dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar pada Jumat (25/9/2026), sebagaimana diberitakan Headlinekaltim, Jumat (25/09/2026).

Menurut Jainuddin, belum berfungsinya Pamsimas membuat masyarakat harus mencari sumber air alternatif. Warga Desa Menamang Kiri saat ini menggunakan Sungai Menamang Kiri untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), meskipun kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran.

“Di hulu sungai ada beberapa perusahaan, kami khawatir airnya bercampur limbah atau mengandung racun,” kata Jainuddin saat rapat dengar pendapat (RDP) mengenai penanganan krisis air bersih bersama Komisi I DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat 25 September 2026.

Kekhawatiran warga semakin besar karena musim kemarau panjang membuat debit Sungai Menamang Kiri menyusut hingga sebagian alirannya mulai mengering. Untuk memenuhi kebutuhan air, warga kemudian mengambil air dari Sungai Mau yang dinilai masih relatif bersih dan terjaga.

Namun, sumber air alternatif tersebut berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman. Hampir seluruh kebutuhan air warga, termasuk kebutuhan usaha air isi ulang, kini bergantung pada Sungai Mau.

Desa Menamang Kiri memiliki enam rukun tetangga (RT) dengan sekitar 400 kepala keluarga. Kondisi paling mendesak dilaporkan berada di RT 5 dan RT 6 yang membutuhkan akses sumber air bersih.

Sebagai langkah jangka pendek, pemerintah desa bersama pengurus RT mengusulkan pembangunan sumur bor di setiap RT. Pemerintah desa juga berencana mengajukan permohonan bantuan kepada perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah Menamang Kiri.

“Semoga ada perusahaan yang bersedia membantu membuatkan sumur bor,” ujarnya.

Anggota Komisi I DPRD Kukar Desman Minang mengatakan pihaknya akan mendorong perusahaan di sekitar Menamang Kiri untuk membantu pembangunan sumur bor, terutama bagi warga yang paling membutuhkan.

DPRD Kukar juga menjadwalkan peninjauan langsung ke lokasi krisis air pada pekan berikutnya untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus kebutuhan sumber air bersih.

“Secepatnya perusahaan bantu membuat sumur bor. Kasihan masyarakat yang kesulitan air bersih,” kata Desman.

Dukungan terhadap pembangunan sumur bor disampaikan perwakilan PT Surya Hutani Jaya Arnold Siagian. Perusahaan tersebut menyatakan kesiapan membantu apabila terdapat sumber air yang layak untuk dimanfaatkan.

“Asalkan sumber airnya ada, kami siap membuatkannya,” ujar Arnold.

Pembangunan sumur bor diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi warga sembari menunggu persoalan fasilitas Pamsimas ditangani. Jika Pamsimas dapat difungsikan, jaringan tersebut memiliki kapasitas untuk memperluas akses air bersih hingga 166 rumah warga di Menamang Kiri. []

Redaksi08.

Bagikan:
Berita Daerah Headlines