Kukar Jadi Andalan Pangan Kaltim dari Sawah hingga Sungai

Kukar Jadi Andalan Pangan Kaltim dari Sawah hingga Sungai

Bagikan:

Kontribusi produksi padi, perikanan, dan unggas menempatkan Kutai Kartanegara sebagai salah satu penopang utama kebutuhan pangan Kalimantan Timur.

KUTAI KARTANEGARA – Produksi pangan Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi salah satu penopang utama kebutuhan pangan Kalimantan Timur (Kaltim), dengan kontribusi besar dari sektor tanaman pangan, perikanan, dan peternakan. Pada 2025, produksi padi Kukar mencapai 110.870 ton gabah kering giling (GKG) atau sekitar 41 persen dari total produksi padi Kaltim.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari potensi daerah untuk memperkuat posisi Kukar sebagai pusat pangan, sebagaimana diberitakan Antara, Selasa (25/08/2026).

“Sinergi dan kolaborasi dengan banyak pihak inilah yang menjadi modal utama untuk mewujudkan Kukar sebagai pusat pangan, menuju daerah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujar Sekda Kukar Sunggono di Tenggarong, Selasa.

Produksi padi Kukar pada 2025 tersebut berasal dari luas panen 26.287 hektare. Jumlah itu menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Kaltim, dengan Kabupaten Paser berada di posisi berikutnya dengan produksi 67.650 ton GKG dan Kabupaten Penajam Paser Utara sebanyak 47.580 ton GKG.

Secara keseluruhan, produksi padi Kaltim pada 2025 mencapai 270.870 ton GKG dari luas panen 66.518 hektare. Setelah dikonversi menjadi beras, produksi tersebut setara sekitar 157.550 ton beras.

Kekuatan Kukar sebagai daerah penghasil pangan juga terlihat dari subsektor perikanan. Pada 2024, produksi ikan Kukar tercatat 323.178 ton, yang terdiri atas 116.850,2 ton hasil perikanan tangkap dan 206.327,8 ton dari perikanan budidaya.

Khusus perikanan budidaya, Kukar menyumbang sekitar 70 hingga 75 persen produksi budidaya seluruh Kaltim. Komoditas tersebut antara lain udang dan ikan air tawar yang dihasilkan melalui keramba di Sungai Mahakam.

Sementara pada subsektor peternakan, produksi daging ayam Kukar mencapai sekitar 23.000 ton per tahun. Produksi tersebut bahkan mengalami surplus sehingga sebagian dapat disalurkan untuk memenuhi kebutuhan di Samarinda dan Balikpapan. Adapun produksi daging ayam seluruh Kaltim mencapai 70.661 ton per tahun.

Besarnya kontribusi dari sejumlah subsektor tersebut menjadi modal bagi Kukar dalam memperkuat sektor pangan sekaligus mengembangkan kegiatan ekonomi daerah. Pemerintah daerah juga mengarahkan pembangunan agar penguatan sektor pangan berjalan bersama pengembangan pariwisata dan industri hijau berkelanjutan.

Sunggono mengatakan penguatan sektor pangan membutuhkan kerja sama lintas pihak agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat sekaligus tetap menjaga lingkungan.

“Melalui kolaborasi dan persatuan yang kokoh, pemda dapat mendorong pembangunan yang berkeadilan dan merata, memperkuat kapasitas SDM yang unggul dan produktif, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah dengan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan,” ujar Sunggono. []

Redaksi08.

Bagikan:
Berita Daerah Nasional