Penurunan cadangan air akibat kemarau dan fenomena El Nino membuat kekeringan meluas di tiga kabupaten di Jawa Tengah, sehingga pemerintah daerah mengerahkan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
JAWA TENGAH – Kekeringan melanda Kabupaten Pati, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sehingga pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan penyaluran air bersih kepada warga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan penurunan cadangan air tanah menjadi salah satu dampak kemarau dan fenomena El Nino yang terjadi di Jawa Tengah. Kondisi tersebut berdasarkan laporan hingga Senin (28/9) telah berdampak pada sejumlah wilayah di tiga kabupaten.
“Distribusi air bersih dilakukan secara berkala oleh otoritas di daerah,” kata dia, sebagaimana diberitakan Antara, Selasa, (29/09/2026).
Di Pati, kekeringan berdampak pada 1.131 kepala keluarga (KK) atau 3.896 jiwa yang tersebar di 15 desa pada tujuh kecamatan, yakni Winong, Pucakwangi, Jaken, Jakenan, Gabus, Kayen, dan Tambakromo. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati telah menyalurkan 94.000 liter air bersih untuk membantu kebutuhan warga.
Kondisi serupa terjadi di Sragen dengan 2.298 KK atau 7.224 jiwa terdampak kekeringan di 12 desa yang berada di Kecamatan Gesi, Tangen, Mondokan, Jenar, dan Miri. BPBD Sragen mengerahkan sembilan armada tangki dengan kapasitas total 41.000 liter air.
Sementara itu, Pemalang menghadapi cakupan dampak yang lebih luas. Kekeringan tercatat memengaruhi 10.764 KK di 23 desa yang tersebar pada sembilan kecamatan, yakni Belik, Bawang, Pulosari, Watukumpul, Bantarbolang, Randudongkal, Bodeh, Warungpring, dan Cilongok.
“Pasokan armada tangki berkapasitas 4.000 hingga 5.000 liter disiagakan untuk memenuhi kebutuhan air warga di Pemalang itu hingga tiga hari ke depan,” kata dia.
BNPB menilai distribusi air bersih perlu dilakukan secara berkelanjutan karena kondisi kemarau dan fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Bantuan tersebut diarahkan untuk menjaga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah yang cadangan airnya menurun.
Selain menghemat penggunaan air, warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diingatkan tidak membakar sampah maupun membuka lahan menggunakan api ketika cuaca masih terik serta tetap menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah menghadapi kemungkinan kondisi darurat. []
Redaksi08.

