Rumah Amal Universitas Syiah Kuala membekali mahasiswa dengan strategi pemasaran digital, mulai dari membangun perhatian calon konsumen hingga mendorong pembelian dan rekomendasi produk.
BANDA ACEH – Mahasiswa penerima manfaat program Rumah Amal Universitas Syiah Kuala (USK) dibekali strategi pemasaran digital agar mampu mengembangkan produk, jasa, maupun keahlian melalui media sosial. Pembekalan tersebut menitikberatkan pada pemahaman tahapan pemasaran dan pemilihan platform sesuai karakteristik sasaran konsumen.
Materi tersebut diberikan dalam kegiatan bertajuk Jualan Laris di Genggaman: Strategi Beriklan dan Berjualan di Media Sosial yang digelar Rumah Amal USK untuk puluhan mahasiswa di Darussalam, Banda Aceh, sebagaimana diberitakan Antara, Senin, (28/09/2026).
Dosen Ilmu Komunikasi USK Uswatun Nisa menjelaskan strategi pemasaran digital dapat menjadi bekal bagi mahasiswa, termasuk mereka yang belum menjalankan usaha, untuk membangun identitas profesional dan membuka peluang ekonomi.
“Dalam marketing funnel ini kita akan belajar bagaimana pentingnya membangun kesadaran publik pada produk, jasa, atau bahkan pada diri kita sendiri agar publik menyadari keberadaan produk, jasa, atau nilai lebih pada diri kita,” ujar Uswatun.
Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan konsep social media marketing (SMM) dan marketing funnel. Konsep marketing funnel mencakup lima tahapan, yakni awareness, consideration, conversion, loyalty, dan advocacy.
Tahap awareness digunakan untuk membangun perhatian dan menjangkau calon konsumen melalui konten. Berikutnya, consideration berfokus pada penyampaian informasi mengenai manfaat serta keunggulan produk sebelum konsumen mengambil keputusan pada tahap conversion.
Setelah transaksi, hubungan dengan konsumen perlu dipertahankan melalui tahap loyalty. Pengalaman positif yang diperoleh konsumen kemudian diharapkan berkembang menjadi advocacy, ketika mereka bersedia merekomendasikan produk atau jasa kepada orang lain.
Uswatun mengatakan pemahaman tersebut tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa yang telah memiliki bisnis. Pengetahuan mengenai pemasaran digital juga dapat digunakan untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan peluang penghasilan di masa mendatang.
Selain strategi pemasaran, peserta memperoleh materi teknis mengenai pembuatan konten dan iklan di media sosial dari Putri Munawwarah. Ia menjelaskan bahwa pemilihan platform harus mempertimbangkan karakteristik produk atau jasa serta kelompok konsumen yang menjadi sasaran.
“Setiap media sosial memiliki karakteristik, kelebihan, dan keterbatasan masing-masing. Oleh karena itu, kita perlu memahami karakteristik setiap platform sebelum menentukan media yang paling sesuai untuk memasarkan sesuatu,” kata Putri.
Pemahaman terhadap karakteristik audiens, termasuk faktor usia, menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan platform yang digunakan. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menyusun kegiatan pemasaran secara lebih terarah, baik untuk produk, jasa, maupun kemampuan yang ingin dikembangkan. []
Redaksi08.

