Budaya Kukar Hadapi Perubahan Zaman, DPRD Siapkan Dukungan

Budaya Kukar Hadapi Perubahan Zaman, DPRD Siapkan Dukungan

Bagikan:

Momentum HUT ke-244 Tenggarong menjadi pengingat pentingnya dukungan kelembagaan terhadap pelestarian adat, budaya, dan pengembangan pariwisata di Kabupaten Kutai Kartanegara.

TENGGARONG – Pelestarian adat dan budaya menjadi salah satu perhatian dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-244 Kota Tenggarong. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan dukungan terhadap upaya menjaga warisan budaya sekaligus mendorong pengembangan pariwisata daerah di tengah perubahan zaman.

Wakil Ketua II DPRD Kukar Junadi menyampaikan hal tersebut setelah mengikuti ziarah ke makam Sultan Aji Imbut dan para raja Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-244 Tenggarong, sebagaimana diberitakan Prokal, Senin, (28/09/2026).

Menurut Junadi, perkembangan teknologi membawa tantangan tersendiri bagi keberlangsungan adat dan budaya karena generasi muda dinilai semakin berjarak dengan tradisi daerah.

“Pesan untuk generasi muda bagaimana kita terus bisa menjaga adat budaya saja. Karena sekarang sudah mulai terkikis dengan kemajuan teknologi, anak-anak muda sekarang sudah mulai meninggalkan adat budaya itu,” ujarnya.

Ia menilai kecintaan terhadap adat dan budaya perlu tumbuh dari masyarakat, terutama generasi muda, agar warisan yang telah diturunkan dari generasi sebelumnya tetap memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat.

“Saya mengajak adik-adik semua yang ada di Kabupaten Kukar, bagaimana kita mencintai adat budaya kita sendiri. Karena kalau tidak kita sendiri yang mencintai, siapa lagi yang akan mempertahankan adat budaya kita,” tegasnya.

Junadi juga menempatkan kegiatan ziarah makam para raja sebagai bagian dari upaya mengenang tokoh yang memiliki peran dalam perjalanan sejarah daerah. Salah satunya Sultan Aji Imbut yang disebut sebagai tokoh pendiri Kota Tenggarong.

“Alhamdulillah, pada pagi hari ini kita sudah melakukan ziarah ke makam Sultan Aji Imbut. Ini salah satu wujud perhatian kita kepada Sultan Kutai Kartanegara karena beliau adalah salah satu tokoh pendiri Kota Tenggarong,” ungkapnya.

Menurut Junadi, pelestarian budaya tidak harus diposisikan terpisah dari pembangunan daerah. Adat dan budaya justru dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata sehingga memiliki dampak lebih luas bagi perkembangan Kukar.

Dukungan tersebut, kata dia, juga mencakup sisi kelembagaan melalui kebijakan dan penganggaran DPRD Kukar untuk sektor adat, budaya, dan pariwisata.

“Selama ini, hal-hal yang berbau adat budaya dan pariwisata, insya Allah DPRD terus akan menjaga, baik itu penganggaran maupun hal-hal lain untuk kemajuan pariwisata di Kukar,” pungkasnya.

Komitmen dukungan kelembagaan tersebut diharapkan dapat menjaga keberadaan adat dan budaya sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus memperkuat potensi pariwisata Kukar di tengah perubahan zaman. []
Redaksi08.

Bagikan:
Berita Daerah Headlines