Layanan gassing up and cooling down di Terminal LNG Arun terus berkembang dengan 38 kapal dari lebih 15 perusahaan telah memanfaatkan jasa tersebut hingga 2026.
LHOKSEUMAWE – Layanan gassing up and cooling down (GUCD) di Terminal Liquefied Natural Gas (LNG) PT Perta Arun Gas (PAG) terus berkembang seiring bertambahnya kapal dan perusahaan yang menggunakan fasilitas tersebut. Hingga 2026, sebanyak 38 kapal dari lebih 15 perusahaan dunia tercatat telah memanfaatkan layanan GUCD di Terminal Arun, Aceh.
Perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya PAG meningkatkan pemanfaatan aset Terminal Arun sekaligus memperluas layanan bagi pelaku industri LNG, baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar internasional.
Direktur Utama (Dirut) PAG Yan Syukharial mengatakan layanan GUCD menjadi salah satu bentuk optimalisasi infrastruktur Terminal LNG Arun dan komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa, sebagaimana diberitakan Antara, Senin, (28/09/2026).
“Layanan GUCD menjadi salah satu bentuk optimalisasi infrastruktur LNG terminal Arun sekaligus wujud komitmen PAG dalam memberikan layanan yang aman, andal, dan berkualitas kepada para pengguna jasa,” kata Yan Syukharial dalam keterangannya di Banda Aceh, Senin.
GUCD merupakan rangkaian pengoperasian untuk memastikan tangki kapal LNG berada dalam kondisi ideal dan aman sebelum proses pemuatan LNG. Tahapan tersebut diperlukan untuk menjaga ketahanan struktur tangki, mengantisipasi risiko akibat perubahan suhu secara drastis, serta mempertahankan kualitas muatan selama pengiriman.
PAG mulai menerima pelanggan GUCD pada 2023 melalui BP Singapore dengan volume sekitar 4.900 meter kubik dan aktual molekul sebesar 115.060,000 Million British Thermal Unit (MMBTU).
Jumlah pengguna layanan kemudian meningkat. Hingga 2026, PAG telah menerima lebih dari 38 kapal dari lebih 15 perusahaan dunia. Khusus pada 2026, sebanyak 18 kapal kargo telah menggunakan layanan tersebut dengan total volume LNG sekitar 70 ribu meter kubik atau aktual molekul sekitar 1,6 juta MMBTU.
Peningkatan penggunaan layanan tersebut mendorong PAG mengembangkan kemampuan bisnis GUCD untuk melayani kapal LNG dari berbagai pelaku industri. Perusahaan juga mengarahkan pengembangan tersebut sebagai bagian dari strategi memperluas kerja sama dengan pelaku industri LNG global dan mitra internasional.
Selain GUCD, Terminal Arun memiliki fasilitas storage, jetty, dan infrastruktur LNG terintegrasi untuk mendukung berbagai kebutuhan rantai pasok, mulai dari penerimaan dan penyimpanan hingga regasifikasi, unloading dan reloading, serta layanan lainnya.
PAG juga mengedepankan aspek health, safety, security & environment (HSSE), keandalan fasilitas, operational excellence, dan kualitas pelayanan dalam pengoperasian layanan GUCD.
Yan menilai perkembangan bisnis tersebut menjadi momentum bagi perusahaan untuk meningkatkan pemanfaatan aset, kompetensi sumber daya manusia, serta keandalan fasilitas.
“Ke depan, kami melihat peluang bisnis GUCD mempunyai potensi yang sangat besar. Sebelumnya, hanya Singapura yang menjadi pemain utama bisnis GUCD di Asia namun saat ini Terminal PAG telah menjadi pusat baru bagi kapal LNG di Asia,” ujarnya.
Menurut Yan, peningkatan volume layanan dan jumlah pelanggan membuka peluang bagi Terminal Arun untuk semakin berperan dalam rantai pasok LNG di kawasan Asia. Pengembangan layanan tersebut juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan LNG nasional dan pasar internasional.
“Dengan begitu, terminal LNG Arun dapat semakin berperan dalam mendukung kebutuhan LNG nasional maupun pasar internasional,” kata Yan Syukharial. []
Redaksi08.

