Kerusakan dermaga selama lebih dari satu dekade menghambat mobilitas warga Pulau Siumat, sehingga Pemkab Simeulue menyiapkan perbaikan melalui Dana Otonomi Khusus Aceh 2026.
SIMEULUE – Kerusakan dermaga yang telah berlangsung lebih dari 10 tahun membuat mobilitas warga Pulau Siumat, Kabupaten Simeulue, Aceh, terganggu. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simeulue menyiapkan perbaikan fasilitas tersebut pada 2026 untuk memperlancar akses transportasi masyarakat di pulau terluar itu.
Perbaikan Dermaga Pulau Siumat, Kecamatan Simeulue Timur, akan dibiayai melalui Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2026. Dermaga tersebut menjadi salah satu akses penting bagi warga untuk bepergian, membawa kebutuhan pokok, menjalankan aktivitas ekonomi, serta memperoleh pelayanan pemerintahan.
Bupati Simeulue Muhammad Nasrun Mikaris mengatakan perbaikan dermaga merupakan bagian dari upaya Pemkab Simeulue memperkuat konektivitas wilayah kepulauan, sebagaimana diberitakan Antara, Selasa, (29/09/2026).
“Perbaikan dermaga pulau terluar NKRI itu merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Simeulue dalam meningkatkan konektivitas dan akses transportasi masyarakat di wilayah kepulauan,” katanya.
Pulau Siumat berada dalam wilayah administrasi Desa Pulau Siumat dan termasuk pulau terluar di Kabupaten Simeulue. Lokasinya berjarak sekitar 2,5 jam perjalanan laut menggunakan perahu bermotor dari Sinabang, ibu kota Kabupaten Simeulue.
Kondisi dermaga yang rusak parah selama bertahun-tahun membuat warga menghadapi kesulitan ketika hendak naik atau turun dari kapal maupun menggunakan alat transportasi lainnya menuju Sinabang.
Nasrun mengatakan keberadaan dermaga tidak hanya berkaitan dengan perjalanan warga, tetapi juga menopang berbagai kebutuhan masyarakat di pulau tersebut.
“Keberadaan dermaga cukup ngat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, aktivitas ekonomi, serta pelayanan pemerintahan di Pulau Siumat,” kata Muhammad Nasrun Mikaris.
Kepala Desa (Kades) Pulau Siumat Kristian menyambut perhatian Pemkab Simeulue terhadap kondisi fasilitas tersebut. Ia menyebut kerusakan dermaga telah lama menjadi keluhan masyarakat setempat.
“Dermaga tersebut sudah lebih dari sepuluh tahun mengalami kerusakan sehingga menyulitkan warga yang ingin datang dan pergi dari Pulau Siumat. Semoga apa perbaikan dermaga segera terlaksana,” kata Kristian.
Dengan perbaikan yang direncanakan melalui DOKA 2026, dermaga diharapkan kembali mendukung kelancaran mobilitas warga sekaligus distribusi kebutuhan pokok, aktivitas ekonomi, dan pelayanan pemerintahan di Pulau Siumat sebagai wilayah terluar Simeulue. []
Redaksi08.

