Pelatihan 40 pemuda di Aceh Tengah diarahkan tidak berhenti pada keterampilan budidaya, tetapi mendorong generasi muda mengolah Kopi Gayo menjadi produk bernilai jual tinggi sekaligus membangun jiwa kewirausahaan.
ACEH TENGAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah mendorong generasi muda tidak hanya masuk ke sektor hulu perkebunan, tetapi ikut mengembangkan bisnis kopi melalui pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah.
Upaya tersebut dilakukan dengan membekali 40 pemuda dari berbagai kecamatan di Aceh Tengah melalui pelatihan budidaya tanaman kopi arabika Gayo. Program itu diarahkan untuk melahirkan petani muda yang memiliki keterampilan teknis sekaligus kemampuan mengembangkan usaha kopi.
Wakil Bupati (Wabup) Aceh Tengah Muchsin Hasan mengatakan keterlibatan generasi muda diperlukan untuk memperkuat keberlanjutan sektor perkebunan kopi yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.
“Kegiatan ini merupakan program pemerintah daerah untuk mendorong keterlibatan anak muda di sektor perkebunan kopi,” kata Wabup Muchsin dalam keterangan diterima di Banda Aceh, Selasa, sebagaimana diberitakan Antara, Selasa, (29/09/2026).
Menurut dia, peluang ekonomi kopi tidak hanya berada pada kegiatan budidaya. Generasi muda juga perlu memahami proses pengolahan agar komoditas tersebut dapat dipasarkan dalam bentuk produk dengan nilai jual lebih tinggi, seperti green bean, bubuk kopi, maupun biji kopi sangrai.
“Sel saat ini kita harus mengubah pola pikir bahwa petani itu menjadi momok di tengah masyarakat, banyak petani kita saat ini menjadi pengusaha besar dengan pendapatan yang tinggi,” kata Wabup Muchsin.
Wabup Muchsin mengatakan program tersebut dijalankan untuk memotivasi generasi muda mengembangkan kebun kopi karena potensi perkebunan di Aceh Tengah dinilai besar. Keterampilan dari tingkat budidaya hingga pengolahan diharapkan membuka ruang bagi anak muda untuk membangun usaha berbasis kopi.
“Kami mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi petani hulu, tetapi mampu mengolah kopi menjadi produk yang bernilai jual tinggi,” katanya.
Pemkab Aceh Tengah berharap pelatihan tersebut melahirkan petani muda yang tidak hanya menguasai teknik budidaya, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan. Mereka diharapkan mampu meningkatkan nilai Kopi Gayo sekaligus menjadi penggerak ekonomi daerah pada masa mendatang.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh Tengah Sukirman mengatakan 40 peserta pelatihan merupakan perwakilan pemuda dari seluruh kecamatan di Aceh Tengah. Keterlibatan peserta dari berbagai wilayah diharapkan memperluas penyebaran pengetahuan mengenai budidaya kopi.
“Kegiatan ini menjadi salah satu motivasi bagi para generasi muda untuk terlibat pada bidang pertanian khususnya tanaman kopi,” ujar Sukirman.
Ia berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan selama mengikuti pelatihan, tetapi juga menerapkannya di daerah masing-masing. Peserta bahkan diharapkan dapat berkembang menjadi penyuluh swadaya yang membagikan pengetahuan kepada masyarakat di lingkungannya.
Potensi pengembangan tersebut ditopang oleh luas perkebunan kopi di Aceh Tengah. Data Dinas Perkebunan Aceh Tengah mencatat luas lahan kopi mencapai 52.074 hektare (ha), dengan produksi 29.019,20 ton per tahun.
Besarnya potensi produksi tersebut membuat peningkatan kapasitas generasi muda tidak hanya berkaitan dengan regenerasi petani, tetapi juga peluang memperbesar nilai ekonomi komoditas melalui pengolahan dan pengembangan usaha. Dengan demikian, keterlibatan pemuda diharapkan dapat memperkuat mata rantai usaha kopi dari kebun hingga produk siap dipasarkan. []
Redaksi08.

