Lima kelompok pembudidaya ikan di Desa Pematang Lumut dan Desa Pematang Buluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mendapat penguatan keterampilan agar bantuan benih berkembang menjadi usaha perikanan yang mandiri dan produktif.
TANJUNG JABUNG BARAT – Lima kelompok pembudidaya ikan di Desa Pematang Lumut dan Desa Pematang Buluh, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), mendapat pelatihan intensif selama lima hari untuk meningkatkan kemampuan budidaya ikan air tawar sekaligus mendorong kemandirian usaha masyarakat.
Pelatihan yang berlangsung 28 September hingga 2 Oktober 2026 tersebut merupakan bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) PetroChina International Jabung Ltd dengan menggandeng Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.
Program tersebut tidak hanya diarahkan pada pemberian bantuan benih, tetapi juga penguatan pengetahuan teknis agar kelompok penerima manfaat mampu mengelola proses budidaya secara lebih baik. Kepala BPBAT Sungai Gelam Nur Muflich Juniyanto mengatakan materi pelatihan melengkapi tahapan penebaran benih yang sebelumnya telah dilakukan.
“Kemarin kita sudah tebar benih, sekarang ini penguatan dari sisi knowledge pembudidayanya. Di sini para pembudidaya yang tergabung dalam kelompok pembudidaya ikan akan mendapat materi terkait pengelolaan induk, pemilihan induk yang matang dan memenuhi syarat pemijahan, pemeliharaan larva, hingga berhasil menjadi benih dan pembesarannya,” kata Juniyanto sebagaimana diberitakan Antara, Rabu, (30/09/2026).
Selain teknik pembenihan dan pembesaran, peserta juga mendapatkan materi mengenai penyediaan pakan alami, formulasi pakan komersial berupa pelet, pengemasan (packing), hingga transportasi ikan. Pengetahuan tersebut dinilai penting karena pengelolaan budidaya menghadapi kondisi lapangan yang dinamis sehingga tidak cukup hanya mengandalkan teori.
Juniyanto mengatakan pendampingan yang dilakukan BPBAT Sungai Gelam bersama PetroChina diharapkan membuat kelompok pembudidaya berkembang menjadi kelompok yang mampu menjalankan usaha secara mandiri.
Pelatihan itu juga mendapat sambutan dari masyarakat desa penerima manfaat. Kepala Dusun (Kadus) Kampung Tengah, Desa Pematang Lumut, Asuan, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan kepada warga melalui pelatihan dan bantuan benih ikan.
“Kami dari Desa Pematang Lumut sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pihak PetroChina atas kolaborasinya dengan pihak perikanan dari Sungai Gelam. Mudah-mudahan dari pertemuan dan pelatihan ini, warga kami bisa makin makmur dan lebih maju dalam membudidayakan ikan air tawar,” ungkap Asuan.
Menurut Asuan, sejumlah kelompok penerima manfaat sudah mulai melakukan budidaya ikan secara mandiri. Bantuan dari PetroChina juga telah diwujudkan melalui penyaluran ribuan benih ikan yang kemudian ditebar pada kelompok-kelompok pembudidaya.
“Dari kelompok tani yang dikirim ini, beberapa kelompok memang sudah memelihara ikan. Bahkan beberapa hari yang lalu, dari pihak PetroChina juga memberikan bantuan ribuan benih ikan dan sudah dilakukan penebaran benih di kelompok-kelompok tersebut,” tutupnya.
Penguatan kapasitas tersebut menjadi penting karena hasil pemetaan dan survei lapangan yang dilakukan bersama BPBAT Sungai Gelam pada Mei 2026 menunjukkan Desa Pematang Lumut dan Desa Pematang Buluh memiliki potensi perairan tawar. Di sisi lain, sebagian kelompok pembudidaya masih berada pada kategori pemula dan menghadapi kendala berupa keterbatasan akses teknologi, biaya pakan komersial yang tinggi, serta penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) yang belum maksimal.
CSR & Comdev Supervisor PetroChina International Jabung Ltd M Yuda Ramdani saat membacakan sambutan manajemen mengatakan perusahaan hadir di Tanjab Barat tidak hanya sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sektor hulu minyak dan gas bumi di bawah pengawasan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat di sekitar wilayah operasi.
PetroChina menyatakan komitmen tersebut diwujudkan melalui PPM di berbagai bidang, termasuk kesehatan, pendidikan, peningkatan ekonomi, serta pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Harapannya ilmu yang didapat mampu ditularkan kepada anggota kelompok lainnya, sehingga kelompok pembudidaya kita dapat naik kelas dari kategori pemula menjadi unit usaha perikanan yang mandiri, produktif,” kata dia di hadapan peserta pelatihan.
Program pendampingan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan peserta, tetapi berkembang melalui penularan pengetahuan kepada anggota kelompok lain. Dalam jangka sekitar empat bulan masa budidaya, hasil produksi diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus menjadi sumber pendapatan dan modal usaha yang terus berputar. []
Redaksi08.

