Ketua DPRK Bireuen membenarkan R merupakan ajudannya, tetapi mengaku belum mengetahui dugaan keterlibatan R dalam perkara narkotika maupun identitas orang-orang yang menjemputnya dari kantor.
BANDA ACEH – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen, Junaidi, mengaku belum mengetahui dugaan keterlibatan ajudannya berinisial R dalam perkara narkotika yang dikaitkan dengan Kabupaten Pidie. Ia menyatakan baru mengetahui informasi tersebut melalui media sosial dan tidak berada di lokasi ketika R dijemput sejumlah orang pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Pernyataan itu disampaikan Junaidi melalui panggilan WhatsApp kepada Modus Aceh pada Sabtu, 24 Oktober 2026, sebagaimana diberitakan Modus Aceh pada Sabtu, (24/10/2026). Junaidi membenarkan bahwa R merupakan ajudannya, tetapi menegaskan belum mengetahui informasi mengenai dugaan keterlibatan R dalam perkara tersebut.
“Saya tidak mengetahui terkait informasi keterlibatan R dalam kasus tersebut. Saya mengetahui informasi tersebut dari media sosial. Saat penjemputan oleh sekelompok orang, saya tidak berada di lokasi,” kata Junaidi.
Junaidi menjelaskan, penunjukan ajudan dilakukan oleh Sekretariat Dewan (Sekwan). Karena itu, ia menyarankan agar informasi lebih lanjut mengenai R dikonfirmasi kepada pihak yang berwenang dalam penunjukan tersebut.
“Untuk ADC itu kami ditunjuk oleh Sekwan, sebaiknya abang hubungi Sekwan,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekretaris DPRK Bireuen, Saed Abdurrahman, yang akrab disapa Waled, menjelaskan bahwa sejumlah orang datang mencari R di Kantor DPRK Bireuen pada Rabu, 21 Oktober 2026. Setelah bertemu dengan mereka, R kembali masuk ke kantor dan menyerahkan kunci mobil Ketua DPRK kepada seorang staf sebelum pergi bersama rombongan tersebut.
“Setelah bertemu dengan orang-orang itu, Pak R kembali ke dalam kantor dan menyerahkan kunci mobil Ketua DPRK kepada staf. Setelah itu, R naik mobil bersama orang-orang yang sebelumnya mencari dirinya,” ujar Waled sebagaimana dikutip Metropolis, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Waled juga menyebut R tidak terlihat diborgol ketika meninggalkan kantor. Namun, ia mengaku tidak mengetahui identitas orang-orang yang menjemput R maupun tujuan kedatangan mereka.
Hingga informasi dalam pemberitaan tersebut disampaikan, belum ada keterangan yang menjelaskan secara terperinci identitas pihak yang menjemput R, status hukumnya, ataupun bukti yang mengaitkannya dengan perkara narkotika di Pidie. Oleh karena itu, dugaan keterlibatan R masih memerlukan konfirmasi dari aparat penegak hukum agar informasi mengenai perkara tersebut dapat dipastikan secara akurat. []
Redaksi1

