Kemunculan bibit siklon tropis 98B di Teluk Benggala berpotensi memicu hujan sangat lebat, sementara BPBD dan BNPB memetakan risiko bencana di sejumlah kecamatan di Aceh Utara.
BANDA ACEH – Ancaman hujan sangat lebat akibat kemunculan bibit siklon tropis 98B di Teluk Benggala mendorong masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Utara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor. Sebanyak 13 kecamatan telah dipetakan sebagai wilayah rawan bencana, sementara pemerintah daerah bersama instansi kebencanaan melakukan kajian risiko untuk mengidentifikasi tingkat ancaman dan kawasan terdampak.
Pemetaan tersebut menjadi perhatian karena cuaca ekstrem berpotensi meningkatkan risiko bencana, terutama di wilayah yang telah teridentifikasi rawan banjir dan longsor. Masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut diimbau untuk mengantisipasi perubahan cuaca dan mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana saat hujan deras berlangsung.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah melaksanakan Kajian Risiko Bencana (KRB). Kajian ini bertujuan memetakan tingkat kerawanan, potensi ancaman, serta wilayah yang berisiko terdampak bencana di Aceh Utara.
Berdasarkan pemetaan awal, wilayah yang berpotensi mengalami banjir meliputi Kecamatan Langkahan, Lhoksukon, Matangkuli, Pirak Timu, Tanah Luas, Baktiya, Sawang, Paya Bakong, Samudera, dan Syamtalira Aron. Sementara itu, Kecamatan Nisam Antara menjadi salah satu wilayah yang diidentifikasi rawan tanah longsor.
Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil, yang akrab disapa Ayah Wa, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menyusul kemunculan bibit siklon tropis 98B di Teluk Benggala. Fenomena tersebut berpotensi memicu hujan sangat lebat di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Aceh Utara dan sekitarnya, sebagaimana diberitakan AJNN, Selasa, (27/10/2026).
Pemetaan risiko dan imbauan kewaspadaan diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali ancaman bencana di lingkungan masing-masing. Informasi mengenai wilayah rawan juga menjadi dasar penting bagi pemerintah dan instansi terkait untuk memperkuat kesiapsiagaan serta mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, khususnya selama periode hujan deras. []
Redaksi 1

