Prarekonstruksi Jembatan Lalove, Lima Titik Penembakan Mulai Dipetakan

Prarekonstruksi Jembatan Lalove, Lima Titik Penembakan Mulai Dipetakan

Bagikan:

Polresta Palu memetakan lima titik dugaan penembakan saat prarekonstruksi kasus bentrokan warga di Jembatan Lalove yang menewaskan seorang pemuda dan melukai dua orang lainnya.

SULAWESI TENGAH  – Penyidik Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palu memetakan lima titik yang diduga menjadi lokasi penembakan dalam bentrokan warga di Jembatan Lalove, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Pemetaan tersebut dilakukan melalui prarekonstruksi pada Sabtu (31/10/2026) untuk mendalami kasus tewasnya seorang pemuda berinisial D dalam konflik antara warga Jalan Anoa dan Kelurahan Nunu.

Lima titik tersebut menjadi fokus pemeriksaan penyidik guna mengetahui posisi terduga pelaku saat melepaskan tembakan serta memperkirakan jarak tembak terhadap korban.

Berdasarkan pantauan di lokasi, dua titik berada di atas jembatan, dua titik lainnya di bawah jembatan, sedangkan satu titik berada di lantai dua bangunan masjid yang masih dalam tahap pembangunan.

Masing-masing lokasi memiliki jarak berbeda. Penyidik melakukan pengukuran menggunakan teropong finder untuk membantu menentukan posisi dan jarak yang berkaitan dengan peristiwa penembakan.

Prarekonstruksi ini merupakan bagian dari penyelidikan bentrokan yang terjadi pada Rabu (28/10/2026). Dalam insiden tersebut, seorang pemuda berinisial D dari kelompok warga Jalan Anoa meninggal dunia akibat penembakan. Selain korban meninggal, dua warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Kegiatan prarekonstruksi dipimpin Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Palu Ismail Boby. Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Palu Hari Rosena turut hadir bersama perwakilan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng.

Meski telah menetapkan lima titik awal yang diduga berkaitan dengan penembakan, penyidik belum menyampaikan hasil pemeriksaan maupun kesimpulan mengenai posisi pelaku dan kronologi terperinci kejadian.

Kapolresta Palu Hari Rosena juga belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait hasil prarekonstruksi tersebut. Ia menyebut penyidik masih mengumpulkan informasi dan data untuk kepentingan penyelidikan.

“Belum ada informasi. Masih dalam pengumpulan data,” kata Hari Rosena sebagaimana diberitakan TribunPalu, Sabtu (31/10/2026).

Pemetaan lima titik tembak tersebut diharapkan dapat membantu penyidik menyusun gambaran kejadian secara lebih terperinci, termasuk menguji kesesuaian posisi para pihak, jarak tembak, dan kondisi lokasi saat bentrokan berlangsung.

Hasil pendalaman diharapkan dapat mengungkap rangkaian peristiwa secara objektif sekaligus membantu mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa. Penuntasan perkara juga menjadi penting untuk mencegah konflik antarkelompok warga kembali menimbulkan korban di kawasan Jembatan Lalove. []

Redaksi 01

Bagikan:
Berita Daerah Kriminal