Saling Provokasi Jadi Pemicu, Konflik Baraya-Bungaeja Beru Terus Berulang

Saling Provokasi Jadi Pemicu, Konflik Baraya-Bungaeja Beru Terus Berulang

Bagikan:

Konflik turun-temurun antara warga Baraya dan Bungaeja Beru di Makassar telah berlangsung sekitar 30 tahun, sementara berbagai upaya perdamaian belum berhasil menghentikan aksi saling serang dan provokasi.

SULAWESI SELATAN – Upaya perdamaian yang berulang kali dilakukan belum mampu memutus konflik antarkelompok warga Baraya dan Bungaeja Beru di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang telah berlangsung sekitar 30 tahun. Perselisihan turun-temurun tersebut kembali memicu tawuran di Jalan Kandea 3, Kecamatan Bontoala, Jumat (30/10/2026), sehingga aparat kepolisian harus turun tangan untuk mengendalikan situasi.

Konflik berkepanjangan antara warga Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala, dan Kelurahan Bungaeja Beru, Kecamatan Tallo, itu menjadi perhatian karena berbagai upaya mendamaikan kedua kelompok belum menghasilkan penyelesaian permanen.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bontoala, Abdul Samad, mengungkapkan pertikaian tersebut berlangsung secara turun-temurun. Pola saling membalas membuat konflik terus berulang, meskipun sebelumnya telah ditempuh sejumlah upaya rekonsiliasi.

“Ini sudah 30 tahun yang lalu mulainya dan sekarang saling membalas, jadi tawuran yang berulang,” kata Kapolsek Bontoala Abdul Samad kepada wartawan, sebagaimana dilansir Detikcom, Jumat (30/10/2026).

Menurut Abdul Samad, bentrokan tidak selalu dipicu oleh kelompok yang sama. Aksi saling provokasi menyebabkan kedua wilayah terkadang bergantian menjadi pihak yang memulai pertikaian.

“Kadang dari wilayah Tallo yang mulai, kadang dari Baraya (Bontoala) yang mulai,” tambah Abdul Samad.

Persoalan tersebut semakin kompleks karena upaya perdamaian yang pernah dilakukan belum mampu menghentikan kebiasaan saling menyerang dan melempar di antara warga.

Bahkan, salah satu upaya rekonsiliasi sebelumnya pernah dilakukan melalui penyembelihan sapi sebagai bagian dari proses perdamaian. Namun, kesepakatan tersebut belum berhasil mengakhiri pertikaian yang terus berulang.

“Kalau perdamaiannya sudah beberapa kali didamaikan. Informasi dulu pernah dipotongkan sapi tapi sampai sekarang masih melakukan lagi yaitu perkelahian kelompok saling melempar,” jelasnya.

Menyikapi bentrokan terbaru, personel Kepolisian Sektor (Polsek) Bontoala langsung diterjunkan ke lokasi untuk meredam ketegangan. Petugas juga meminta warga dari kedua kelompok menghentikan aksi saling serang dan kembali ke rumah masing-masing.

Abdul Samad memastikan situasi di lokasi berangsur terkendali setelah aparat melakukan penanganan dan mengimbau masyarakat agar tidak melanjutkan pertikaian.

“Kami langsung mengerahkan anggota ke lokasi dan menyampaikan kepada warga untuk masing-masing kembali ke rumahnya. Alhamdulillah sampai saat ini sudah kondusif dan sudah aman,” ujar Abdul Samad.

Berulangnya konflik selama puluhan tahun menunjukkan bahwa pendekatan keamanan dan kesepakatan damai sebelumnya belum cukup menyelesaikan persoalan secara menyeluruh. Penelusuran pemicu pertikaian, komunikasi antarkelompok, serta komitmen bersama untuk menjaga perdamaian diperlukan agar konflik tidak terus diwariskan kepada generasi berikutnya dan kembali menimbulkan korban maupun kerugian masyarakat. []

Redaksi 01

Bagikan:
Berita Daerah Kriminal