Riau Masuki Musim Hujan, Status Siaga Darurat Karhutla Tetap Berlaku

Riau Masuki Musim Hujan, Status Siaga Darurat Karhutla Tetap Berlaku

Bagikan:

Memasuki musim hujan, Pemprov Riau tetap mempertahankan status siaga darurat karhutla sekaligus mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir dan tanah longsor.

RIAU – Ancaman banjir dan tanah longsor menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau seiring meningkatnya curah hujan. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di kawasan rawan bencana, terutama lereng perbukitan dan tebing yang berpotensi mengalami longsor.

Di tengah perubahan cuaca tersebut, Pemprov Riau menegaskan status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih tetap berlaku. Artinya, memasuki musim hujan tidak serta-merta menghilangkan ancaman kebakaran maupun potensi bencana lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Riau, SF Hariyanto, meminta masyarakat tidak lengah menghadapi perubahan kondisi cuaca. Menurutnya, kewaspadaan tetap diperlukan karena berbagai jenis bencana dapat terjadi meskipun wilayah Riau mulai memasuki musim penghujan.

“Status karhutla tetap berjalan. Namun, kami meminta masyarakat untuk tetap waspada,” kata SF Hariyanto, sebagaimana dilansir Cakaplah, (tanggal dan hari penerbitan tidak tercantum dalam sumber berita).

Selain ancaman kebakaran hutan dan lahan, curah hujan tinggi juga meningkatkan risiko banjir serta tanah longsor. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, khususnya mereka yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan dengan kontur tanah tidak stabil.

SF Hariyanto secara khusus mengingatkan masyarakat agar memperhatikan keselamatan ketika melakukan perjalanan. Kawasan perbukitan dan tebing menjadi lokasi yang perlu dihindari ketika hujan deras karena berisiko mengalami pergerakan tanah maupun longsoran dari bagian atas.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak sering berada di sekitar tebing atau kawasan perbukitan karena berisiko terjadi longsor dari atas. Kalau tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya hindari perjalanan ke luar kota saat musim hujan,” ujarnya.

Pemprov Riau juga mengingatkan bahwa perubahan musim membutuhkan penyesuaian perilaku masyarakat dalam menghadapi risiko bencana. Kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, pemilihan jalur perjalanan yang aman, serta menghindari lokasi rawan longsor menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko korban jiwa.

Dengan tetap berlakunya status siaga darurat karhutla dan meningkatnya perhatian terhadap ancaman banjir serta tanah longsor, masyarakat diharapkan tidak menganggap musim hujan sebagai jaminan berakhirnya seluruh risiko bencana di Riau. []

Redaksi 01

Bagikan:
Bencana Berita Daerah