Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari Ganggu Perjalanan 3 KRL

Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari Ganggu Perjalanan 3 KRL

Bagikan:

Penggerebekan narkoba oleh gabungan aparat di Kampung Bahari, Jakarta Utara, menyebabkan tiga perjalanan KRL Jakarta Kota-Tanjung Priok terlambat 4 hingga 19 menit akibat kerumunan warga di jalur rel, sementara 27 orang berhasil diamankan.

JAKARTA  – Operasi penggerebekan narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026), berdampak pada kelancaran perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Jakarta Kota-Tanjung Priok. Tiga perjalanan kereta mengalami keterlambatan selama 4 hingga 19 menit akibat kerumunan warga yang berada di jalur rel saat aparat kepolisian melakukan penindakan.

PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) menjelaskan, keterlambatan tersebut terjadi ketika aparat kepolisian menggunakan perjalanan Kereta Luar Biasa (KLB) untuk menjangkau kawasan Tanjung Priok melalui jalur kereta. Perjalanan khusus itu berlangsung sekitar pukul 06.25 Waktu Indonesia Barat (WIB) setelah adanya koordinasi antara kepolisian dan pihak KAI Commuter.

Vice President (VP) Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, perjalanan khusus tersebut tidak mengganggu keseluruhan operasional reguler Commuter Line menuju Tanjung Priok.

“Dapat kami sampaikan bahwa perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjung Priok pada hari ini, Minggu sekitar pukul 06.25 WIB dengan perjalanan KLB merupakan hasil koordinasi dari pihak kepolisian kepada KAI Commuter untuk mobilitas hingga ke Tanjung Priok,” ujar Karina dalam keterangan resmi.

Meski operasional reguler tetap berjalan, KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa atas keterlambatan yang terjadi. Perusahaan memastikan gangguan tersebut disebabkan oleh kondisi di lapangan, khususnya kerumunan warga yang berada di sekitar jalur kereta selama proses penggerebekan berlangsung.

“Terdapat tiga perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjung Priok mengalami keterlambatan 4-19 menit yang disebabkan oleh kerumunan warga di rel dalam proses penggerebekan yang dilakukan,” ucap dia, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Minggu, (01/11/2026).

Operasi tersebut merupakan penggerebekan narkoba yang melibatkan Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Metro Jaya (Ditresnarkoba Polda Metro Jaya), Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Dittipidnarkoba Bareskrim Polri), dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Aparat melakukan penyisiran dari sejumlah arah untuk menjangkau kawasan yang menjadi sasaran operasi.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Bismo Teguh Prakoso mengatakan, pelaksanaan operasi dilakukan secara serentak dengan melibatkan berbagai unsur aparat penegak hukum.

“Kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi. Ada dari berbagai arah. Oleh karena itu kita lakukan serempak, kemudian kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, dari Bareskrim, kemudian dari Polda Metro Jaya, Brimob, dan lain sebagainya,” kata Bismo kepada wartawan, Minggu.

Dalam operasi tersebut, petugas menangkap 27 orang yang diduga terlibat dalam perkara narkoba. Seluruh orang yang diamankan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik untuk mendalami dugaan keterlibatan masing-masing.

Selain mengamankan puluhan orang, aparat juga menyita sejumlah barang bukti berupa sabu, ganja, ekstasi, mesin pencetak ekstasi, alat isap sabu atau bong, senjata tajam (sajam), dan senjata api (senpi).

Petugas turut menemukan uang tunai yang diduga berkaitan dengan aktivitas penjualan narkoba. Bismo menjelaskan bahwa uang tersebut ditemukan bersama barang bukti ganja.

“Uang tunai (juga) ada. Hasil jadi satu sama barang bukti ganjanya. Jadi hasil penjualan ditaruh di situ berikut ganjanya, juga dengan uang tunainya,” ucap Bismo.

Penggerebekan tersebut memperlihatkan bahwa operasi pemberantasan narkoba dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar lokasi, termasuk layanan transportasi publik. Karena itu, koordinasi antara aparat kepolisian, pengelola transportasi, dan masyarakat menjadi penting agar proses penegakan hukum tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan serta kelancaran perjalanan pengguna kereta. []

Redaksi 03

Bagikan:
Hotnews Kriminal Nasional