Yordania Sita 9 Senjata Otomatis, Diduga Diselundupkan Pakai Balon Udara

Yordania Sita 9 Senjata Otomatis, Diduga Diselundupkan Pakai Balon Udara

Bagikan:

Aparat Yordania menyita sembilan senjata api otomatis dan perangkat GPS di Provinsi Karak setelah menerima laporan tas mencurigakan yang diduga terbawa balon udara dari kawasan perbatasan selatan.

KARAK – Aparat keamanan Yordania menyita sembilan senjata api otomatis dan sejumlah perangkat Global Positioning System (GPS) yang diduga masuk melalui jalur penyelundupan menggunakan balon udara panas di wilayah perbatasan selatan negara tersebut. Temuan ini mengungkap dugaan pemanfaatan jalur udara untuk memasukkan senjata secara ilegal ke wilayah Yordania.

Penyitaan dilakukan di Provinsi Karak pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Operasi tersebut bermula dari laporan masyarakat mengenai sebuah tas mencurigakan yang ditemukan di kawasan Muhi.

Menindaklanjuti laporan itu, petugas Kepolisian Karak mendatangi lokasi dan memeriksa tas tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya sembilan senjata api otomatis serta sejumlah perangkat GPS yang tersimpan di dalamnya.

Direktorat Keamanan Publik Yordania menyebutkan, hasil penyelidikan sementara mengindikasikan tas berisi senjata itu kemungkinan terbawa angin dari kawasan perbatasan selatan dengan menggunakan balon udara panas. Namun, pihak berwenang belum mengungkap pihak yang diduga mengirimkan barang tersebut maupun tujuan penyelundupannya.

Informasi penyitaan tersebut sebagaimana dilansir Agence France-Presse (AFP), Selasa, (03/11/2026). Temuan perangkat GPS bersama senjata api menjadi salah satu bagian penting dalam penelusuran aparat untuk mengungkap dugaan jalur dan pola pengiriman barang ilegal tersebut.

Kasus ini mencuat sekitar sepekan setelah penembakan di sebuah gereja di Desa Hmoud, Provinsi Karak. Dalam insiden itu, sekelompok pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah warga sipil yang sedang menghadiri prosesi pemakaman.

Pemerintah Yordania menyatakan serangan tersebut menewaskan sembilan orang dan menyebabkan beberapa lainnya terluka. Setelah melakukan operasi keamanan, otoritas setempat menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut.

Meski terjadi dalam rentang waktu berdekatan dan berada di provinsi yang sama, belum ada keterangan resmi yang menghubungkan penyitaan senjata dengan aksi penembakan di gereja. Aparat masih perlu menelusuri asal-usul senjata, pihak yang bertanggung jawab, serta kemungkinan keterkaitan kedua peristiwa tersebut untuk memastikan situasi keamanan di wilayah Karak. []

Redaksi 03

Bagikan:
Internasional Kriminal