WASHINGTON – Upaya meredakan konflik di kawasan Timur Tengah kembali dibahas setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan membuka peluang melanjutkan perundingan damai di Islamabad, Pakistan, paling cepat pekan depan. Agenda pembicaraan disebut akan berfokus pada penghentian perang, program nuklir Iran, hingga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang sempat terganggu akibat konflik bersenjata.
Laporan tersebut muncul di tengah situasi kawasan yang masih memanas pasca-serangan militer antara AS-Israel dan Iran beberapa waktu lalu. Dalam perundingan lanjutan nanti, kedua pihak bersama mediator dikabarkan tengah menyusun nota kesepahaman satu halaman berisi 14 poin sebagai kerangka negosiasi selama satu bulan.
Dokumen rancangan itu mencakup pembahasan program nuklir Iran, upaya menurunkan ketegangan di Selat Hormuz, serta kemungkinan pemindahan cadangan uranium diperkaya milik Iran ke negara lain. Namun, sejumlah isu penting masih belum menemukan titik temu, termasuk soal pengurangan sanksi terhadap Iran yang dinilai berpotensi menghambat proses negosiasi.
Perundingan damai tersebut sebelumnya telah digelar di Islamabad pada 11 April 2026, tetapi belum menghasilkan kesepakatan jangka panjang. Jika proses lanjutan nanti menunjukkan perkembangan positif, masa negosiasi selama satu bulan disebut dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Iran kemudian melakukan serangan balasan yang berdampak pada terganggunya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis distribusi minyak dan gas dunia.
Gencatan senjata sempat dicapai pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu tertentu. Meski demikian, sejak 13 April 2026, AS disebut masih melakukan blokade terhadap lalu lintas maritim Iran di kawasan perairan strategis tersebut.
“Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran bisa kembali digelar di ibu kota Pakistan, Islamabad, paling cepat pekan depan,” sebagaimana dilansir Antara, Jumat (08/05/2026). []
Redaksi05

