Banjir Rendam 6 Wilayah di Pasuruan, Jalur Pantura Ikut Tergenang

Banjir Rendam 6 Wilayah di Pasuruan, Jalur Pantura Ikut Tergenang

Bagikan:

PASURUAN – Luapan Sungai Welang dan Sungai Petung akibat hujan deras di wilayah hulu memicu banjir di enam desa dan kelurahan di Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (20/05/2026). Genangan air bahkan meluas hingga menutup sebagian jalur pantura Surabaya-Malang dengan ketinggian mencapai 40 sentimeter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mencatat banjir masih menggenangi empat desa di wilayah Kabupaten Pasuruan, yakni Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek, serta Desa Tambakrejo, Pulokerto, dan Sidogiri di Kecamatan Kraton.

Sementara di wilayah Kota Pasuruan, banjir merendam Kelurahan Karangketug dan Kelurahan Krapyakrejo, Kecamatan Gadingrejo.

“Untuk yang paling parah di Dusun Suko dan Duyo, Desa Sukorejo ketinggian air mencapai 60 sentimeter,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi, sebagaimana dilansir Kompas, Rabu, (20/05/2026).

Selain merendam permukiman warga, banjir juga berdampak pada arus lalu lintas di jalur pantura Surabaya-Pasuruan, tepatnya di Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton. Genangan setinggi 40 sentimeter membuat pengendara harus mengurangi kecepatan untuk menghindari kendaraan mogok.

“Untuk jalur pantura memang masih bisa dilewati tapi harus hati-hati. Khususnya, motor agar tidak mogok,” pesannya.

Sugeng menjelaskan, banjir yang terjadi pada Rabu pagi merupakan dampak dari hujan berintensitas tinggi di wilayah hulu pada Selasa (19/05/2026) malam. Debit air sungai meningkat hingga menyebabkan Sungai Welang dan Sungai Petung meluap ke kawasan permukiman dan jalan raya.

Menurutnya, kondisi air laut yang sedang pasang turut memperlambat aliran air menuju hilir sehingga genangan bertahan lebih lama di sejumlah titik.

“Di wilayah hulu hujan deras, sedangkan di hilir juga dipengaruhi kondisi air laut yang sedang pasang sehingga genangan air masih tertahan,” jelasnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah pengendara sepeda motor, minibus, hingga truk melaju perlahan saat melintasi genangan di jalur pantura. Beberapa pengendara motor bahkan memilih naik ke trotoar untuk menghindari arus air yang cukup deras dari arah Surabaya menuju Probolinggo maupun sebaliknya.

Hingga Rabu pagi, petugas BPBD bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak guna mengantisipasi banjir susulan apabila hujan kembali turun di wilayah hulu. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa