AMBON – Arus lalu lintas di kawasan Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, sempat lumpuh selama sekitar 30 menit akibat bentrokan antar kelompok remaja yang terjadi pada Selasa (09/06/2026) dini hari. Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 04.40 Waktu Indonesia Timur (WIT) itu membuat pengguna jalan terpaksa menghentikan perjalanan hingga situasi kembali kondusif.
Bentrokan melibatkan kelompok remaja yang bermukim di kawasan Batu Merah Bawah dan Batu Merah Tanjakan. Insiden tersebut sempat menciptakan suasana mencekam di salah satu jalur utama menuju pusat Kota Ambon maupun akses keluar kota.
Sejumlah kendaraan dilaporkan tertahan di lokasi karena aksi saling lempar yang terjadi antara kedua kelompok. Aktivitas masyarakat yang melintas di kawasan tersebut juga terganggu hingga kondisi berangsur aman.
Rusdi, saksi mata yang berada di lokasi kejadian, mengatakan bentrokan dipicu informasi mengenai dugaan penganiayaan terhadap seorang remaja.
“Awalnya ada informasi kalau anak dari Batu Merah Tanjakan dipukul oleh anak Batu Merah Bawah. Setelah itu teman-temannya datang dan terjadi aksi saling lempar,” ujar Rusdi.
Menurut keterangan saksi, informasi tersebut dengan cepat menyebar di kalangan remaja hingga memicu berkumpulnya kedua kelompok dan berujung bentrokan terbuka di ruas jalan utama kawasan Batu Merah.
Akibat kejadian itu, kendaraan yang hendak menuju pusat kota maupun keluar dari Kota Ambon tidak dapat melintas untuk sementara waktu. Kemacetan berlangsung sekitar setengah jam sebelum situasi kembali terkendali.
Hingga berita ini ditulis, jumlah korban akibat bentrokan belum dapat dipastikan. Aparat keamanan juga masih melakukan pemantauan di lokasi guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada aparat terkait, sebagaimana dilansir Rri, Selasa (09/06/2026).
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengendalian informasi di tengah masyarakat agar konflik serupa tidak meluas dan tidak kembali mengganggu keamanan maupun aktivitas warga di Kota Ambon. []
Redaksi05

