Blokade Trump Mulai Berdampak, Dua Tanker Iran Dipaksa Putar Balik

Blokade Trump Mulai Berdampak, Dua Tanker Iran Dipaksa Putar Balik

Bagikan:

WASHINGTON – Blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran mulai berdampak langsung pada jalur distribusi energi global setelah sebuah kapal perusak AS mencegat dua kapal tanker minyak yang berupaya meninggalkan Iran, Selasa (14/04/2026), sehari setelah kebijakan tersebut resmi diberlakukan.

Menurut pejabat AS, kedua kapal tanker itu berangkat dari Pelabuhan Chabahar di Teluk Oman dan dihubungi melalui komunikasi radio oleh kapal perang AS untuk segera berbalik arah. Tindakan ini menjadi bagian dari implementasi awal blokade maritim Washington guna menekan Teheran agar membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Langkah pencegatan tersebut mempertegas eskalasi tekanan AS terhadap Iran setelah perundingan kedua negara gagal mencapai kesepakatan pada akhir pekan lalu. Pemerintah Presiden Donald Trump berharap blokade ini dapat memaksa Iran menerima syarat negosiasi untuk mengakhiri konflik yang dimulai sejak 28 Februari 2026, termasuk membuka kembali akses pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Sejumlah analis menilai efektivitas kebijakan ini masih terlalu dini untuk disimpulkan. Pengamat dari Washington Institute for Near East Policy, Noam Raydan, menyebut situasi saat ini masih berada dalam tahap awal pengujian.

“Kita belum tahu seberapa efektif langkah ini. Ini baru hari kedua,” ujarnya, sebagaimana dilansir Reuters, Rabu, (15/04/2026).

Komando Pusat AS mengungkapkan sedikitnya enam kapal niaga telah mengikuti instruksi untuk kembali ke pelabuhan Iran sejak blokade diberlakukan. Hingga kini, belum ada kapal yang tercatat berhasil keluar dari pelabuhan Iran melalui jalur yang diblokade.

Operasi ini melibatkan lebih dari 10.000 personel militer AS, lebih dari selusin kapal perang, serta puluhan pesawat tempur dan pengintai yang disiagakan di kawasan Teluk Oman dan Laut Arab. Meski demikian, Washington menegaskan kebebasan navigasi tetap dijamin bagi kapal yang tidak memiliki tujuan menuju pelabuhan Iran.

Dari sisi ekonomi, blokade ini kembali memicu kekhawatiran pasar energi global. Harga minyak dunia yang sebelumnya sempat melonjak tajam di atas 100 dolar AS per barel mulai bergerak fluktuatif seiring munculnya harapan pembicaraan lanjutan antara Washington dan Teheran.

Analis memperingatkan, apabila blokade berlangsung lama dan semakin efektif, risiko serangan balasan dari Iran maupun gangguan terhadap negara-negara Teluk yang menjadi basis militer AS akan meningkat, sekaligus memperbesar tekanan terhadap harga energi dan rantai pasok global. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang