Banjir Kepung Solo Raya, Ratusan KK Terdampak dan Dievakuasi

Banjir Kepung Solo Raya, Ratusan KK Terdampak dan Dievakuasi

Bagikan:

SOLO – Hujan deras berdurasi panjang yang mengguyur Solo Raya sejak Selasa malam, (14/04/2026), memicu banjir di sejumlah titik di Kota Surakarta dan sebagian wilayah Kabupaten Sukoharjo. Ratusan kepala keluarga terdampak, sementara proses evakuasi warga dan pendataan korban masih berlangsung hingga Rabu (15/04/2026) dini hari.

Banjir terparah terjadi di beberapa kelurahan di Kota Surakarta, terutama di Kecamatan Laweyan. Berdasarkan data Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Search and Rescue (SAR) Surakarta, di Kelurahan Pajang sedikitnya 75 kepala keluarga (KK) terdampak yang tersebar di beberapa rukun tetangga (RT). Di Kelurahan Sondakan tercatat 13 KK terdampak, termasuk kelompok rentan seperti balita dan lansia, sedangkan di Kelurahan Panularan jumlah warga terdampak mencapai 187 KK.

Di Kecamatan Pasar Kliwon, banjir juga merendam Kelurahan Joyosuran dengan 117 KK terdampak dan 30 rumah terendam. Sementara di Kecamatan Serengan, genangan air melanda Kelurahan Tipes dan Joyontakan dengan total puluhan rumah terdampak.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Sukoharjo, tepatnya di Dusun Gambiran, Desa Cemani, Kecamatan Grogol. Luapan Sungai Jenes, anak Sungai Bengawan Solo, menggenangi permukiman warga setelah hujan berintensitas tinggi turun sejak sekitar pukul 22.00 WIB.

Tim SAR Surakarta dikerahkan pada pukul 23.25 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 23.50 WIB untuk membantu proses evakuasi. Operasi ini melibatkan Kepolisian Resor (Polres) Sukoharjo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surakarta, BPBD Sukoharjo, SAR Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA), serta masyarakat setempat.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi turun langsung meninjau lokasi banjir di Kecamatan Laweyan pada Rabu (15/04/2026) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Ia memastikan kebutuhan dasar warga terdampak segera dipenuhi.

“Yang pertama saya memastikan kebutuhan warga yang terdampak terpenuhi. Saya sudah meminta BPBD dan Dinas Sosial untuk segera menyalurkan bantuan,” ujar Respati kepada wartawan, sebagaimana dilansir Tempo, Rabu, (15/04/2026).

Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta memprioritaskan distribusi bantuan berupa makanan, obat-obatan, selimut, dan tikar, terutama bagi warga yang telah dievakuasi ke lokasi pengungsian sementara.

“Kami akan menyediakan bantuan berupa makanan untuk yang sedang dievakuasi, termasuk obat-obatan. Ada juga masyarakat berkebutuhan khusus seperti lansia dan disabilitas yang menjadi prioritas kami,” katanya.

Respati juga mengajak komunitas sosial dan masyarakat untuk memperkuat solidaritas dalam membantu warga terdampak banjir.

“Hujan hari ini luar biasa lebat. Di saat seperti ini solidaritas kita sebagai sesama warga sangat dibutuhkan. Bagi yayasan sosial yang ingin membantu, bisa berkoordinasi dengan kecamatan setempat,” ujarnya.

Pemkot Surakarta memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan menyeluruh di seluruh titik terdampak, mengingat banjir tidak hanya terjadi di Kecamatan Laweyan, tetapi juga meluas ke sejumlah wilayah lain di Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa