MADIUN – Tim gabungan masih melakukan pencarian intensif terhadap seorang anak berusia empat tahun yang dilaporkan hilang sejak Senin (13/04/2026) sore di Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Hingga Selasa (14/04/2026) siang, korban bernama Rizuka Putra Ramadhan belum ditemukan, sementara area pencarian diperluas hingga radius satu kilometer dari rumahnya.
Korban merupakan putra pasangan Slamet dan Suwarni. Berdasarkan informasi yang dihimpun, anak tersebut terakhir terlihat sekitar pukul 17.00 WIB di sekitar kediamannya sebelum dinyatakan hilang.
Proses pencarian melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, Brigade Mobil (Brimob), relawan, serta warga setempat. Tim menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Saradan, Sukoco, mengatakan pencarian dilakukan sejak laporan diterima pada Senin (13/04/2026) sore dan terus diperluas untuk mengantisipasi kemungkinan korban berpindah ke area lain.
“Untuk hasilnya sampai saat ini kita belum menemukan. Pencarian terus dilakukan dengan menyisir sekitar rumah korban hingga ke beberapa titik yang dianggap berpotensi,” ujar Sukoco, sebagaimana diberitakan Beritasatu, Selasa, (14/04/2026).
Salah satu lokasi yang menjadi fokus utama pencarian adalah area bekas galian C yang berada di belakang rumah korban. Kawasan tersebut dinilai berisiko karena masih terdapat kubangan berisi air.
“Selain di sekitar rumah, kita juga fokus di bekas galian C yang masih ada airnya. Namun, tidak menutup kemungkinan korban berada di lokasi lain, sehingga pencarian juga dilakukan di jalur darat, perkebunan, hingga sekitar aliran sungai,” tambahnya.
Peristiwa hilangnya Rizuka bermula saat ibunya, Suwarni, sedang mencuci pakaian di bagian belakang rumah. Saat itu, korban disebut berada di dalam kamar sambil bermain ponsel dan makan.
Namun, ketika diperiksa beberapa saat kemudian, anak tersebut sudah tidak berada di dalam kamar. Di lokasi hanya ditemukan ponsel dan sisa makanan.
“Sudah dicari di sekitar sini, dibantu warga semua, tetapi sampai sekarang belum ketemu,” ujar Suwarni.
Saat terakhir terlihat, korban mengenakan baju putih dan celana jeans biru bergambar kelinci. Ciri-ciri tersebut kini menjadi acuan tim dan warga dalam proses pencarian.
Hingga berita ini diturunkan, penyisiran masih terus dilakukan secara manual di titik-titik rawan, termasuk area perkebunan, jalur darat, serta sekitar aliran sungai, dengan harapan korban segera ditemukan dalam kondisi selamat. []
Redaksi05

