BPJS Keliling Sambangi Puskesmas Warnasari, Administrasi JKN Dipermudah

BPJS Keliling Sambangi Puskesmas Warnasari, Administrasi JKN Dipermudah

Bagikan:

BPJS Kesehatan mengombinasikan layanan digital dan jemput bola untuk menjangkau peserta JKN dengan kondisi akses dan kebutuhan yang beragam.

PANGALENGAN – Keterbatasan jaringan komunikasi dan kondisi geografis membuat layanan tatap muka tetap dibutuhkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), meskipun BPJS Kesehatan terus mengembangkan kanal digital. Kondisi itu mendorong BPJS Kesehatan menghadirkan layanan BPJS Keliling hingga Puskesmas Warnasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Layanan tersebut memungkinkan peserta mengurus berbagai kebutuhan tanpa harus mendatangi kantor BPJS Kesehatan. Masyarakat dapat memperoleh informasi JKN, melakukan perubahan data peserta, mendaftarkan kepesertaan, berkonsultasi mengenai administrasi, hingga menyampaikan pengaduan dan kendala layanan.

Deputi Direksi Bidang Komunikasi Organisasi BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan pola layanan perlu disesuaikan dengan kondisi setiap wilayah. Menurut dia, digitalisasi memang terus dikembangkan, tetapi belum seluruh masyarakat dapat mengaksesnya dengan kondisi yang sama.

“BPJS Kesehatan telah mengembangkan berbagai kanal digital untuk mempermudah akses layanan peserta. Namun di sisi lain, kami juga memahami tidak semua wilayah dapat mengadopsi layanan digital karena berbagai kondisi, seperti keterbatasan jaringan komunikasi dan data, kondisi geografis, maupun tingkat literasi digital masyarakat yang berbeda-beda,” jelas Iqbal, saat mengunjungi Puskesmas Warnasari Pangalengan, Kabupaten Bandung, Kamis, 17 September 2026, sebagaimana dilansir MetroTVNews, Jumat, (18/09/2026).

Karena itu, layanan jemput bola menjadi salah satu pendekatan untuk menjangkau peserta yang menghadapi kendala ketika menggunakan layanan berbasis digital. Iqbal mengatakan kebutuhan peserta antara wilayah perkotaan dan daerah dengan keterbatasan akses tidak dapat disamakan.

“Dalam memberikan layanan, kami harus melihat dari sudut pandang peserta. Ada masyarakat yang lebih nyaman menggunakan layanan digital, tetapi ada juga yang membutuhkan layanan secara langsung. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan terus menghadirkan berbagai pilihan kanal layanan agar kebutuhan masyarakat dapat terakomodasi dengan baik,” ujar Iqbal.

Di sisi digital, BPJS Kesehatan menyediakan Aplikasi Mobile JKN sebagai layanan terpadu yang dapat digunakan secara mandiri. Fitur yang tersedia antara lain administrasi kepesertaan, antrean online, dan telekonsultasi.

Peserta juga dapat menggunakan kanal layanan tanpa tatap muka melalui Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp di nomor 08118165165, Care Center 165, serta kanal informasi dan pengaduan melalui media sosial resmi BPJS Kesehatan dalam BPJS On Air.

Selain itu, tersedia Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) yang memungkinkan peserta memperoleh layanan administrasi secara virtual melalui konferensi video dengan petugas BPJS Kesehatan tanpa datang langsung ke kantor cabang.

Koordinator Advokasi BPJS Watch Timbul Siregar mengapresiasi penerapan layanan jemput bola tersebut. Menurut dia, pendekatan itu dapat membantu peserta yang membutuhkan layanan administrasi tetapi terkendala jarak.

“Layanan jemput bola seperti ini sangat membantu peserta menyelesaikan kebutuhan administrasi kepesertaan JKN tanpa harus menempuh perjalanan yang jauh,” ujar Timbul.

Kepala Puskesmas Warnasari Pangalengan Eli Rosmalia mengatakan fasilitas kesehatan tingkat pertama juga memiliki peran dalam membantu peserta memahami administrasi kepesertaan JKN. Salah satunya melalui edukasi mengenai prosedur pengaktifan kembali kepesertaan yang sebelumnya dinonaktifkan.

“Puskesmas akan membantu namun untuk proses aktivasi tetap menjadi kewenangan Dinas Sosial sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Eli.

Selain administrasi, Puskesmas juga berperan dalam memberikan edukasi kesehatan kepada peserta JKN melalui upaya promotif dan preventif. Edukasi tersebut mencakup dorongan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pencegahan penyakit agar layanan kesehatan tidak hanya berorientasi pada pengobatan. []

Redaksi08

Bagikan:
Hotnews Nasional