BANYUASIN – Arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur Sumatera, tepatnya di Desa Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, lumpuh hingga belasan kilometer setelah sebuah bus antarkota bertabrakan dengan truk trailer pada Kamis (25/06/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Kecelakaan yang melibatkan bus MPM rute Jakarta-Padang dan truk trailer dari arah Jambi tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, insiden itu menyebabkan antrean kendaraan panjang dari dua arah serta mengakibatkan pengemudi bus mengalami cedera pada kaki kiri akibat terjepit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kemacetan dari arah Palembang menuju Jambi mencapai sekitar 8 kilometer. Sementara antrean kendaraan dari arah Banyuasin menuju Palembang dilaporkan mencapai sekitar 6 kilometer.
Bus bernomor polisi BA 7111 QU diketahui bertabrakan dengan truk trailer bernomor polisi B 9266 UEH di jalur berlawanan. Benturan keras mengakibatkan bagian depan bus mengalami kerusakan cukup parah, sedangkan badan kendaraan masih dalam kondisi utuh dan tidak keluar jalur.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi mengaku terkejut mendengar suara benturan keras saat sebagian besar masyarakat masih beristirahat.
Aidil Fikri, warga yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi kejadian, mengatakan bus diduga sempat mendahului sejumlah kendaraan sebelum tabrakan terjadi.
“Aidil Fikri, salah satu warga yang rumahnya dekat lokasi kejadian menjelaskan bus sempat nyalip 4 truk, jadi tidak terkendali lalu menghantam trailer dari berlawanan arah.”
Keterangan serupa juga disampaikan Rizal, seorang pengemudi travel yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.
“Salah satu supir travel, Rizal, juga memberikan keterangan yang sama bus nyalip dalam kondisi ngebut kemudian nabrak trailer dari berlawanan arah.”
Meski kecelakaan mengakibatkan kerusakan pada kendaraan, pengemudi bus maupun pengemudi truk trailer dilaporkan selamat. Petugas kemudian melakukan penanganan di lokasi untuk mengurai kemacetan dan mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian terkait keselamatan berkendara di jalur lintas antardaerah yang memiliki volume kendaraan tinggi, sebagaimana diberitakan Sumeks, Kamis (25/06/2026). Aparat berwenang diharapkan dapat melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan serta mencegah kejadian serupa terulang. []
Redaksi05

