Delta Sukses Dorong Alih Teknologi Perangkat Rokok Elektrik

Delta Sukses Dorong Alih Teknologi Perangkat Rokok Elektrik

Bagikan:

Upaya mengembangkan kemampuan produksi perangkat rokok elektrik di Indonesia diarahkan pada penguatan teknologi, riset, dan sumber daya manusia agar industri tidak terus bergantung pada produk luar negeri.

JAKARTA – Pengembangan kemampuan produksi perangkat rokok elektrik di Indonesia mulai diarahkan pada penguasaan teknologi melalui riset, pembelajaran, dan kerja sama dengan perguruan tinggi untuk mengurangi ketergantungan terhadap perangkat yang masih diproduksi di luar negeri.

Sales Director PT Delta Sukses Teknologi Iwan Wiratmana mengatakan perusahaan tengah melakukan riset untuk mengembangkan fasilitas produksi perangkat di Indonesia. Namun, proses tersebut masih menghadapi tantangan karena sebagian bahan yang dibutuhkan masih berasal dari luar negeri.

Upaya penguasaan teknologi dilakukan dengan mempelajari teknologi dari negara lain agar kemampuan memproduksi perangkat dapat dikembangkan di dalam negeri, sebagaimana diberitakan Antara, Jumat, (25/09/2026).

Menurut Iwan, perangkat rokok elektrik yang saat ini dipasarkan perusahaan masih diproduksi di luar negeri. Karena itu, proses alih teknologi menjadi salah satu bagian yang didorong untuk membangun kemampuan produksi di Tanah Air.

Penguatan kemampuan tersebut juga mencakup pengembangan sumber daya manusia dan penelitian. Perusahaan menggandeng sejumlah kampus di Indonesia untuk mendukung kegiatan riset dan pengembangan yang berkaitan dengan industri tersebut.

Di sisi pasar, Iwan menyampaikan industri rokok elektrik masih mencatat pertumbuhan permintaan. Pertumbuhan industri tersebut disebut berada pada kisaran satu digit, antara lain seiring adanya konsumen yang menjadikan produk rokok elektrik sebagai alternatif rokok konvensional.

Sementara itu, Head of Marketing PT Delta Sukses Teknologi Gumira Juandana mengatakan perusahaan memperkuat pengawasan kualitas mulai dari bahan baku hingga produk jadi. Setiap tahapan produksi diterapkan dengan standardisasi dan dipastikan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Selain memperkuat proses produksi, perusahaan juga melakukan pengembangan produk untuk merespons perubahan pasar dan preferensi konsumen. Pembaruan perangkat menjadi bagian dari inovasi yang dilakukan perusahaan dengan tetap memperhatikan aturan yang berlaku.

Menurut Gumira, pengembangan portofolio produk terus dilakukan sejak pertama kali diluncurkan pada Oktober 2024. Langkah tersebut mencakup upaya menjaga konsistensi kualitas, memperkuat jaringan distribusi resmi, serta memantau perkembangan industri dan kebutuhan pasar melalui riset internal perusahaan.

Pengembangan teknologi dan sumber daya manusia melalui kerja sama dengan perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi bagian dari proses membangun kemampuan industri di dalam negeri. Penguasaan teknologi tersebut menjadi salah satu faktor yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan produksi perangkat secara bertahap. []

Redaksi08.

Bagikan:
Headlines Nasional