Laporan keresahan warga mengantarkan polisi ke lokasi berkumpulnya sekitar 15 remaja yang diduga hendak tawuran di Kebalen, Babelan, dengan sejumlah senjata tajam dan empat sepeda motor ditemukan tertinggal setelah kelompok tersebut melarikan diri.
JAWA BARAT – Laporan keresahan warga menjadi kunci pengungkapan dugaan rencana tawuran sekelompok remaja di Kampung Kelapa 3, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (31/10/2026) dini hari. Merespons laporan tersebut, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Babelan bergerak cepat ke lokasi dan menemukan sejumlah senjata tajam serta kendaraan yang ditinggalkan kelompok remaja tersebut saat melarikan diri.
Informasi awal diterima polisi sekitar pukul 04.00 WIB. Warga melaporkan keberadaan sekitar 15 remaja yang berkumpul di sekitar Cafe Warkolas. Situasi tersebut menimbulkan keresahan karena beberapa orang di antaranya diduga membawa senjata tajam jenis celurit dan disinyalir tengah mempersiapkan aksi tawuran.
Menindaklanjuti laporan itu, Tim Kring Opsnal Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Babelan yang dipimpin Panit Opsnal Reskrim, Jon Feriadi, berkoordinasi dengan tim patroli untuk mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas tiba sekitar pukul 04.10 WIB. Namun, kedatangan polisi membuat kelompok remaja tersebut panik dan langsung melarikan diri ke berbagai arah. Petugas sempat melakukan pengejaran, tetapi tidak berhasil mengamankan satu pun orang yang diduga terlibat.
Meski para remaja berhasil meloloskan diri, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan rencana tawuran tersebut. Barang bukti yang diamankan meliputi satu bilah celurit, satu tas, dua topi, tiga helm, dan enam jaket.
Polisi juga mengamankan empat unit sepeda motor yang ditinggalkan di lokasi. Salah satunya merupakan sepeda motor Honda Vario berwarna biru tanpa pelat nomor, berikut satu buah kunci kontak.
Seluruh barang bukti selanjutnya dievakuasi ke Markas Polsek (Mapolsek) Babelan untuk kepentingan penyelidikan. Petugas juga telah meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Untuk mengungkap identitas kelompok remaja tersebut, polisi berencana memeriksa rekaman kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV) di sekitar lokasi. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi pihak-pihak yang melarikan diri sekaligus mengungkap dugaan keterlibatan mereka dalam rencana tawuran.
Peristiwa ini sekaligus memperlihatkan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Kepolisian diharapkan terus meningkatkan patroli serta memperkuat komunikasi dengan warga agar indikasi aksi kekerasan remaja dapat diantisipasi sebelum menimbulkan korban maupun kerugian.
Informasi mengenai peristiwa ini sebagaimana diberitakan Media TNI-Polri. Waktu publikasi sumber tidak dicantumkan dalam naskah asal. []
Redaksi 01

