BOGOR – Sebuah truk double engkel bermuatan kardus karton terbalik di bahu Jalan Raya Transyogi, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Selasa (05/05/2026) pagi, setelah pengemudi berupaya menghindari tabrakan dengan kendaraan di depannya yang berhenti mendadak. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal tersebut, namun arus lalu lintas sempat terganggu akibat proses evakuasi kendaraan.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB di jalur Transyogi wilayah Tanjungsari. Truk bernomor polisi B 9456 BCH yang dikemudikan Wildan (28) kehilangan kendali dan terbalik setelah diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman.
Wildan mengatakan insiden bermula ketika sebuah angkutan kota (angkot) tiba-tiba berhenti di jalur yang sama saat truk melaju. Pada saat bersamaan, kendaraan besar dari arah berlawanan melintas sehingga ruang untuk menghindar sangat terbatas.
“Di depan tiba-tiba ada angkot berhenti. Dalam kondisi mendadak seperti itu, rem mobil saya tidak berfungsi dengan baik. Untuk menghindari tabrakan yang bisa lebih parah, saya banting setir ke kiri ke bahu jalan,” ujar Wildan, sebagaimana dilansir Viva, Selasa (05/05/2026).
Upaya menghindari benturan tersebut justru membuat truk masuk ke bahu jalan yang cukup dalam menyerupai saluran air. Kendaraan kemudian kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terguling ke sisi kiri jalan.
Muatan kardus karton yang dibawa truk berserakan di sekitar lokasi kejadian. Warga sekitar pun berdatangan untuk membantu pengemudi sekaligus melihat kondisi kendaraan yang terbalik.
Seorang warga setempat bernama Asep mengaku mendengar suara benturan keras saat kejadian berlangsung. Ia kemudian keluar rumah dan mendapati truk sudah terguling di dekat rumahnya.
“Saya sedang di dalam rumah, tiba-tiba terdengar suara keras dari luar. Pas saya cek, ternyata truk sudah terbalik dan sempat mengenai bagian pinggir tembok rumah saya,” ungkap Asep.
Akibat insiden tersebut, bagian luar tembok rumah milik Asep mengalami kerusakan ringan. Meski demikian, tidak ada warga yang terluka dalam kejadian itu.
Hingga Selasa pagi, proses penanganan masih dilakukan di lokasi, termasuk evakuasi kendaraan dan pengaturan lalu lintas guna mencegah kemacetan panjang di jalur Transyogi.
Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat penting bagi pengemudi kendaraan berat untuk memastikan kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman, dalam keadaan optimal sebelum beroperasi di jalur padat dan rawan kecelakaan. []
Redaksi05

