MIDLAND – Sedikitnya dua orang tewas dan 10 lainnya mengalami luka-luka dalam insiden penembakan yang terjadi di Kota Midland, Negara Bagian Texas, Amerika Serikat (AS), Jumat (12/06/2026) waktu setempat. Peristiwa tersebut memicu respons darurat aparat keamanan dan layanan kesehatan, sementara proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian.
Otoritas setempat memastikan situasi telah terkendali setelah terduga pelaku penembakan ditemukan tewas. Pemerintah Kota Midland juga meminta masyarakat menjauhi area kejadian karena lokasi masih menjadi bagian dari penyelidikan aktif.
Wali Kota Midland, Lori Blong, mengatakan satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, pelaku penembakan tewas setelah sempat terjadi situasi ketegangan dengan aparat keamanan.
“Insiden penembak aktif telah berhasil diatasi, dan tersangka dikonfirmasi tewas,” menurut pernyataan pemerintah Kota Midland melalui unggahan di Facebook, sebagaimana diwartakan Antara, Sabtu, (13/06/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi penembakan bermula di kawasan tenggara Midland sebelum meluas ke bagian selatan kota. Akibat kejadian tersebut, sejumlah korban dilarikan ke Midland Memorial Hospital untuk mendapatkan perawatan medis.
Juru bicara rumah sakit menyebutkan sembilan korban dibawa ke fasilitas kesehatan tersebut. Empat di antaranya harus menjalani operasi, sedangkan lima korban lainnya yang berada dalam kondisi stabil telah diperbolehkan pulang.
Dalam perkembangan penyelidikan, Departemen Keamanan Publik Texas mengungkap bahwa terduga pelaku bernama Victor Mata Villarreal (45). Ia sebelumnya menjadi buronan terkait dugaan percobaan pembunuhan berat terhadap seorang petugas setelah disebut melepaskan tembakan ke arah polisi saat pengejaran kendaraan pada Rabu (10/06/2026).
Pemerintah Kota Midland menegaskan sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi masih ditutup hingga waktu yang belum ditentukan guna mendukung proses investigasi. Warga diminta mengikuti perkembangan informasi resmi dan menghindari area yang masih berada dalam pengamanan aparat.
Selain itu, pihak berwenang telah membuka pusat unifikasi keluarga di Midland Memorial Hospital untuk membantu keluarga korban memperoleh informasi terkait kondisi anggota keluarganya. Upaya penyelidikan dan pendataan korban terus dilakukan guna memastikan seluruh fakta dalam insiden tersebut dapat terungkap secara menyeluruh. []
Redaksi05

