Gempa terjadi pada pukul 01.29 WIB dengan pusat gempa berada di darat, tepatnya pada koordinat 1,14 Lintang Selatan dan 120,33 Bujur Timur atau sekitar 54 kilometer barat laut Kabupaten Poso, Sulteng. Berdasarkan analisis BMKG, gempa memiliki kedalaman dangkal lima kilometer.
“Gempa ini terjadi pada pukul 01.29 WIB dengan magnitudo 5,1 dan tidak berpotensi tsunami,” demikian keterangan resmi yang dirilis oleh BMKG.
BMKG menjelaskan, gempa yang terjadi merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan atau aftershock dari gempa utama atau mainshock bermagnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tenggara Kota Palu, Sulteng, pada Selasa (16/06/2026).
Karakteristik gempa dangkal tersebut dinilai berpotensi menimbulkan guncangan yang cukup kuat di sekitar pusat gempa, meskipun kekuatannya lebih kecil dibandingkan gempa utama sebelumnya. Berdasarkan hasil pemodelan matematis, aktivitas tektonik itu dipastikan tidak memicu gelombang tsunami di wilayah pesisir Sulteng.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas seismik diharapkan hanya mengacu pada kanal resmi BMKG.
Peristiwa ini terjadi setelah gempa utama bermagnitudo 6,7 yang dipicu aktivitas Sesar Sausu menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum di Kota Palu, Kabupaten Sigi (Sigi), dan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Beberapa infrastruktur yang terdampak antara lain Jembatan III Palu yang mengalami keretakan struktur serta kerusakan plafon pada sejumlah bangunan publik.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas sesar aktif di Sulteng masih perlu diwaspadai. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi gempa susulan sambil mengikuti arahan pemerintah dan lembaga terkait, sebagaimana dilansir Kompas pada Rabu, (17/06/2026). []
Redaksi05

