HALMAHERA UTARA – Aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara kembali meningkat setelah terjadi erupsi pada Jumat (15/05/2026) pagi. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 3,4 kilometer di atas puncak gunung dan mengarah ke barat laut.
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 08.00 Waktu Indonesia Timur (WIT). Hingga laporan diterbitkan, aktivitas letusan masih berlangsung dengan intensitas abu vulkanik yang cukup tebal.
“Telah terjadi erupsi G. Dukono, Maluku Utara pada tanggal 15 Mei 2026 pukul 08.00 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 3.400 m di atas puncak (± 4.487 m di atas permukaan laut),” tulis PVMBG sebagaimana dilansir Sindonews, Jumat (15/05/2026).
PVMBG menjelaskan, kolom abu hasil erupsi tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah barat laut mengikuti arah angin.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut,” ujarnya.
Saat ini, Gunung Dukono masih berstatus Level II atau Waspada. Masyarakat maupun wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang guna menghindari risiko bahaya letusan dan paparan abu vulkanik.
PVMBG juga mengingatkan bahwa sebaran abu vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu bergantung pada arah serta kecepatan angin di sekitar kawasan gunung api aktif tersebut.
“Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap,” ungkapnya.
Selain membatasi aktivitas di zona rawan, warga sekitar diminta menyiapkan alat pelindung diri berupa masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi dampak gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.
“Maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar G. Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,” jelasnya. []
Redaksi05

