Gunung Lewotobi Kembali Erupsi, 7 Desa di Flores Timur Siaga Lahar Hujan

Gunung Lewotobi Kembali Erupsi, 7 Desa di Flores Timur Siaga Lahar Hujan

Bagikan:

FLORES TIMUR – Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus berlangsung hingga Rabu pagi, (15/04/2026). Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki mencatat erupsi terbaru terjadi pada pukul 06.21 Wita dengan tinggi kolom abu mencapai 600 meter di atas puncak, sehingga warga di tujuh desa diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan.

Petugas PGA Lewotobi Laki-laki, Bramantya Aji Putra Mahendra, menyampaikan letusan tersebut menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 2.184 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke barat daya dan barat.

“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 9.6 mm dan durasi sekitar 2 menit 14 detik,” kata Aji, sebagaimana diberitakan Kompas, Rabu, (15/04/2026).

Dalam rentang 24 jam sebelumnya, yakni Selasa, 14 April 2026 pukul 00.00 hingga 24.00 Wita, PGA mencatat gunung api bertipe strato tersebut mengalami tujuh kali erupsi. Tinggi kolom abu berkisar antara 400 hingga 800 meter dengan warna asap kelabu.

Data seismograf menunjukkan amplitudo letusan berada pada kisaran 5,9 hingga 14,8 milimeter, dengan durasi erupsi antara 92 sampai 247 detik. Kondisi ini menunjukkan aktivitas vulkanik masih fluktuatif dan berpotensi berlanjut.

Sebagai langkah mitigasi, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi. Selain ancaman abu vulkanik, warga juga diimbau mewaspadai potensi banjir lahar hujan apabila curah hujan tinggi terjadi di kawasan hulu gunung.

“Terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote,” pungkasnya.

Peringatan ini menjadi penting mengingat aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki berpotensi membawa material vulkanik ke wilayah permukiman apabila hujan deras kembali turun. Pemerintah daerah bersama otoritas vulkanologi diharapkan terus memperbarui informasi untuk meminimalkan risiko bagi warga terdampak. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa