Hizbullah Gempur Markas Rahasia Israel, Tank Merkava Jadi Sasaran

Hizbullah Gempur Markas Rahasia Israel, Tank Merkava Jadi Sasaran

Bagikan:

BEIRUT – Kelompok Hizbullah kembali meningkatkan intensitas serangan terhadap posisi militer Israel di wilayah selatan Lebanon dengan menargetkan kendaraan tempur hingga tank Merkava menggunakan roket, rudal, dan helikopter nirawak Ababil. Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya korban jiwa di pihak militer Israel dalam konflik yang terus memanas di perbatasan kedua negara.

Berdasarkan laporan Kantor Berita Nasional Lebanon atau National News Agency (NNA), Hizbullah menembakkan rentetan roket ke sejumlah kendaraan militer Israel yang diparkir di dekat balai kota Al-Qussair, Distrik Marjayoun. Selain itu, kelompok bersenjata tersebut juga meluncurkan rudal ke bangunan yang disebut sebagai “markas rahasia kendaraan bersenjata” di dekat waduk kawasan Zawtar al-Sharqiyah.

Serangan udara menggunakan helikopter Ababil dilaporkan turut menghantam tank Merkava milik Israel yang ditempatkan di sekitar kolam kota. NNA juga menyebut serangan terhadap “mekanisme Numira” di Kota Qantara berhasil mengenai sasaran.

Rangkaian serangan tersebut berlangsung ketika militer Israel mengonfirmasi satu tentaranya tewas akibat serangan drone Hizbullah di wilayah utara Israel dekat perbatasan Lebanon. Korban diketahui bernama Rotem Yanai, 20 tahun, yang tewas saat menjalankan operasi militer.

Militer Israel menyatakan satu tentara cadangan mengalami luka berat dan seorang lainnya luka sedang dalam insiden yang sama. Otoritas militer Israel menyebut drone peledak milik Hizbullah menjadi penyebab serangan mematikan tersebut.

Ketegangan semakin meningkat setelah Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, menyerukan respons keras terhadap Hizbullah. “Anda tahu bahwa satu-satunya cara, saat ini, untuk mencegah tentara kita terluka adalah dengan menghancurkan 10 bangunan di Dahiyeh, Beirut, untuk setiap drone,” tulis Smotrich di Telegram kepada Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, sebagaimana dilansir Aljazeera, Kamis (28/05/2026).

“Untuk setiap drone yang menyerang salah satu tentara kita, kita harus menghancurkan seratus bangunan,” tambah Smotrich.

Konflik antara Israel dan Hizbullah terus memicu kekhawatiran internasional karena berpotensi memperluas eskalasi perang di kawasan Timur Tengah. Serangan balasan yang terus terjadi di wilayah perbatasan Lebanon-Israel juga meningkatkan risiko jatuhnya korban sipil dan kerusakan infrastruktur di kedua wilayah. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang