NABATIEH – Serangan Israel di Kota Arab Salim, Distrik Nabatieh, Lebanon Selatan, menewaskan dua orang termasuk seorang tenaga kesehatan yang bertugas sebagai paramedis. Selain korban jiwa, sedikitnya 10 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat rentetan serangan yang terjadi pada Minggu (24/05/2026).
Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut korban tewas merupakan paramedis dari Komite Kesehatan Islam yang berafiliasi dengan kelompok Hizbullah. Sementara korban luka terdiri atas petugas medis dan relawan penyelamat dari organisasi kemanusiaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Serangan musuh Israel berturut-turut di kota Arab Salim di distrik Nabatieh menewaskan dua orang termasuk seorang paramedis dari Komite Kesehatan dan melukai 10 orang, termasuk dua paramedis Komite dan empat lainnya dari asosiasi Risala,” kata pernyataan kementerian, sebagaimana dilansir AFP, Senin (25/05/2026).
Pemerintah Lebanon mengecam serangan yang menyasar kawasan selatan negara itu, terutama karena dinilai berdampak terhadap sektor kesehatan dan layanan darurat. Otoritas setempat menilai serangan tersebut memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah yang selama ini menjadi titik ketegangan antara Israel dan Hizbullah.
Asosiasi Pramuka Risala yang turut menjadi korban luka diketahui berafiliasi dengan organisasi amal yang bersekutu dengan Hizbullah. Para relawan disebut sedang menjalankan tugas kemanusiaan ketika serangan terjadi.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Israel terkait operasi militer di Distrik Nabatieh tersebut. Namun, kawasan Lebanon Selatan dalam beberapa waktu terakhir terus menjadi lokasi bentrokan dan serangan lintas perbatasan yang melibatkan militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon.
Ketegangan yang terus meningkat dikhawatirkan memperbesar risiko korban sipil dan mengganggu aktivitas layanan kesehatan di wilayah konflik. Pemerintah Lebanon pun mendesak komunitas internasional memberi perhatian terhadap keselamatan tenaga medis dan petugas penyelamat yang bertugas di area perang. []
Redaksi05

