BALIKPAPAN – Kebakaran yang melanda Bengkel Flobamora di Jalan Perintis RT 44, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, Rabu (29/04/2026) dini hari, berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 25 menit berkat respons cepat tim gabungan, meski sejumlah aset hangus dan dua warga terdampak.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 02.55 Wita saat api pertama kali muncul dari bagian bengkel milik Anto (50) yang juga difungsikan sebagai tempat usaha sekaligus hunian. Kobaran api yang cepat membesar sempat memicu kepanikan warga di kawasan permukiman padat tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan (BPBD Balikpapan) Usman Ali mengatakan laporan dari warga langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan personel ke lokasi kejadian.
“Begitu laporan masuk, tim BPBD bersama unsur terkait segera bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pengamanan area. Prioritas utama kami adalah mencegah api merembet ke rumah warga lainnya karena lokasi berada di kawasan padat penduduk,” ujar Usman Ali, sebagaimana dilansir Inibalikpapan, Rabu (29/04/2026).
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Balikpapan, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB), Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balikpapan Utara, Pammat Polda, Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (TNI-Polri), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), Perusahaan Listrik Negara (PLN), tenaga medis, relawan, serta masyarakat tiba di lokasi sekitar pukul 03.05 Wita. Api berhasil dikendalikan pada pukul 03.30 Wita dan dilanjutkan dengan proses pendinginan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun dua warga terdampak. Satu orang dilaporkan pingsan akibat kepanikan dan paparan asap, sementara satu lainnya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
Sejumlah aset di dalam bengkel, seperti tempat tidur, dinamo las, dan peralatan kerja lainnya, dilaporkan hangus terbakar. Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan untuk menghitung total kerugian material.
Usman Ali menekankan pentingnya kewaspadaan warga, khususnya yang menjalankan usaha di lingkungan tempat tinggal, agar meminimalkan risiko kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, memastikan keamanan bahan mudah terbakar, dan menyediakan alat pemadam api ringan sebagai langkah antisipasi dini,” katanya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa mitigasi kebakaran di kawasan padat memerlukan peran aktif masyarakat selain kesiapsiagaan pemerintah. Diharapkan, edukasi pencegahan kebakaran semakin ditingkatkan guna menekan potensi kejadian serupa di masa mendatang. []
Redaksi05

