LUWU UTARA – Tujuh pedagang di Kelurahan Salassa, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), kehilangan tempat usaha setelah deretan kios semi permanen di depan Lapangan Sepak Bola Salassa dilalap si jago merah, Selasa (05/05/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang kemudian menyambar bensin di dalam salah satu kios.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 09.30 WITA dan dengan cepat merembet ke kios lain karena sebagian besar bangunan terbuat dari papan, tripleks, dan beratap seng.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Baebunta Juman mengatakan api pertama kali diduga muncul dari kios milik Misrawati setelah korban selesai memasak kapurung dan meninggalkan area dapur untuk menata dagangan.
“Sebagian besar bangunan terbuat dari bahan yang mudah terbakar, sehingga api cepat merambat,” kata Juman, sebagaimana dilansir Kompas, Selasa (05/05/2026).
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), percikan api diduga berasal dari arus pendek listrik pada colokan di dekat meja makan berbahan kayu. Kondisi semakin memburuk setelah api menyambar sekitar 10 liter bensin yang tersimpan tidak jauh dari sumber api.
“Korban sempat berupaya memadamkan api menggunakan kain basah, tetapi api justru membesar dan merambat ke dinding kios yang terbuat dari tripleks,” ucap Juman.
Sebelum api membesar, Misrawati disebut lebih dulu menyelamatkan anaknya yang masih berusia tiga tahun dari dalam kios. Warga sekitar kemudian berusaha memadamkan api secara manual sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Api baru berhasil dikendalikan setelah unit Pemadam Kebakaran Kabupaten Luwu Utara tiba di lokasi dan melakukan pemadaman bersama warga setempat.
Akibat kebakaran tersebut, tujuh pedagang kehilangan kios dan barang dagangan mereka. Mereka yakni Minunan, Rohayu Parasiung, Palurangi, Misrawati, Dundung, Hasniwati, dan Suriani.
Pihak kepolisian memperkirakan total kerugian material akibat kebakaran mencapai sekitar Rp50 juta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Kapolsek Baebunta mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap penggunaan instalasi listrik dan penyimpanan bahan mudah terbakar di area permukiman maupun tempat usaha.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan peralatan listrik dan penyimpanan bahan mudah terbakar guna mencegah kejadian serupa terulang,” pungkas Juman. []
Redaksi05

