SEMARANG – Kebakaran besar yang melanda Pasar Kanjengan di Kelurahan Kauman, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah, menyebabkan ratusan kios hangus dan memukul aktivitas ekonomi pedagang setempat. Peristiwa yang terjadi Rabu (29/04/2026) malam itu baru dapat dikendalikan pada Kamis (30/04/2026) dini hari setelah petugas berjibaku selama beberapa jam.
Berdasarkan data sementara dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, sedikitnya 480 kios dilaporkan terbakar, dengan kerusakan terparah berada di Blok F. Sekretaris Damkar Kota Semarang Ade Bhakti Ariawan menyampaikan skala kerusakan yang ditimbulkan cukup luas. “Ada 480 kios yang terbakar,” ujarnya saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Kebakaran dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 23.00 WIB dan dengan cepat meluas karena banyaknya material mudah terbakar di dalam kios. Salah satu pedagang buah, Anton, mengungkapkan api pertama kali terlihat dari kios yang menyimpan peti kayu. “Hanya dalam waktu sekitar 15 menit, api dengan cepat merambat ke sisi lainnya. Petugas damkar kemudian datang dan melakukan pemadaman selama beberapa jam,” kata Anton.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik di salah satu kios. Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Semarang Heri Wahyudi menyatakan pihaknya akan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah proses pendinginan selesai. “Kami belum dapat memastikan penyebab pasti kebakaran. Setelah api benar-benar padam dan proses pendinginan selesai, kami akan melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dengan menurunkan tim ahli untuk menyelidiki penyebabnya,” jelasnya.
Selain membantu pemadaman, aparat kepolisian juga mengamankan area pasar untuk mencegah potensi gangguan keamanan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil diperkirakan sangat besar. Seorang pedagang, Achmadi, menyebut kerugian yang dialami masing-masing pedagang bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Peristiwa ini juga memicu kepanikan di kalangan pedagang sekitar, khususnya di Pasar Johar, yang berada tidak jauh dari lokasi. Trauma kebakaran besar pada 2015 kembali muncul. “Kami kaget mendengar kabar ini. Saya langsung keluar rumah dan pergi ke Johar karena khawatir kebakaran hebat tahun 2015 terulang kembali,” ungkap Purwanto, pedagang setempat, sebagaimana dilansir Mediaindonesia, Rabu (29/04/2026).
Saat ini, petugas masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan jumlah pasti bangunan terdampak serta total kerugian yang ditimbulkan. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah pemulihan agar aktivitas ekonomi pedagang dapat kembali berjalan. []
Redaksi05

