BMKG memperingatkan potensi bencana hidrometeorologi menjelang musim hujan yang diperkirakan mulai memasuki sebagian besar wilayah Indonesia pada akhir November 2026 akibat perubahan pola musim yang dipengaruhi El Nino.
JAKARTA – Kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi perlu ditingkatkan menjelang datangnya musim hujan yang diperkirakan mulai melanda sebagian besar wilayah Indonesia pada akhir November 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar menyiapkan langkah mitigasi sejak dini menyusul perubahan pola musim akibat fenomena El Nino.
Peringatan tersebut menjadi perhatian karena musim kemarau 2026 berlangsung lebih panjang dan relatif lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi itu tidak hanya memperbesar risiko kekeringan, tetapi juga menuntut kesiapan menghadapi potensi bencana ketika curah hujan kembali meningkat.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, mengatakan penanganan dampak kekeringan perlu diikuti dengan persiapan menghadapi ancaman bencana pada musim hujan. Hal itu disampaikannya kepada awak media di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (15/10/2026), sebagaimana diberitakan Beritasatu, Kamis, (15/10/2026).
“Saat ini kita semua sedang menangani dampak bencana kekeringan. Namun, dalam waktu dekat kita tentunya juga harus bersiap menghadapi bencana hidrometeorologi saat musim basah tiba,” ucap Teguh.
Menurut Teguh, pemerintah daerah dan masyarakat perlu mengantisipasi peningkatan curah hujan dengan menyiapkan skenario mitigasi yang sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing. Kesiapan tersebut diperlukan agar potensi kerugian materiil maupun risiko terhadap keselamatan warga dapat ditekan.
BMKG juga menilai penanggulangan bencana tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan, termasuk memahami potensi ancaman di lingkungan tempat tinggal dan mendukung langkah pengurangan risiko bencana.
Perubahan pola musim turut menjadi perhatian karena El Nino menyebabkan periode kemarau berlangsung lebih panjang dan kering. Kondisi tersebut berdampak pada pergeseran awal musim hujan serta memperpendek durasi musim hujan pada 2026.
“Dampak El Nino untuk 2026 ini memang membuat kemaraunya lebih panjang dan juga lebih kering. Hampir seluruh wilayah Indonesia diproyeksikan baru memasuki musim hujan pada akhir bulan November,” ujar Teguh.
Dengan perkiraan tersebut, pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan tidak menunggu hingga hujan meningkat untuk mulai melakukan persiapan. Penguatan mitigasi dan koordinasi sejak dini menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak bencana hidrometeorologi pada penghujung tahun. []
Redaksi 01

