Nenek Ditemukan Meninggal di Sungai Bantul, Polisi Pastikan Tanpa Kekerasan

Nenek Ditemukan Meninggal di Sungai Bantul, Polisi Pastikan Tanpa Kekerasan

Bagikan:

BANTUL – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Bantul memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan dalam kasus penemuan seorang perempuan lanjut usia yang meninggal dunia di aliran Sungai Kalakan, Dusun Jambon, Argosari, Sedayu, Senin (27/04/2026).

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Bantul Rita Hidayanto menjelaskan, korban diketahui bernama Sumidah (76), warga Kalakan, Argorejo, Sedayu, yang diduga meninggal akibat kondisi kesehatan saat berada di sekitar sungai.

Penemuan jenazah bermula ketika dua warga setempat melihat sosok seseorang dalam posisi tidak wajar di atas batu yang menonjol di tengah aliran sungai sekitar pukul 15.00 WIB.

“Batu tersebut tampak menonjol di permukaan sungai. Sedangkan posisi orang tersebut tertelungkup di atas batu,” ucapnya, sebagaimana dilansir Rri, Senin, (27/04/2026).

Merasa curiga, kedua warga kemudian meminta bantuan warga lain sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Sedayu. Petugas yang datang ke lokasi memastikan korban sudah tidak bernyawa.

“Saat petugas mendatangi lokasi kejadian, korban ditemukan dalam kondisi tidak bergerak dan telah meninggal dunia,” katanya.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Polisi menduga korban meninggal secara mendadak akibat riwayat penyakit yang dideritanya.

“Korban diduga meninggal secara mendadak karena memiliki riwayat epilepsi dan ditemukan dalam keadaan lidah tergigit, serta keluar busa dari hidungnya,” ujarnya.

Keterangan tersebut diperkuat oleh pihak keluarga yang menyatakan korban telah lama mengidap penyakit epilepsi yang bersifat kambuhan.

“Jadi memang kondisinya yang terkadang membaik akan tetapi sewaktu-waktu dapat kembali muncul,” ucapnya menambahkan.

Pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah dan tidak mengajukan keberatan atas hasil pemeriksaan. Jenazah korban kemudian diserahkan untuk dimakamkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat, khususnya bagi penderita penyakit kambuhan saat beraktivitas di area berisiko seperti sungai. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa