Penembakan di SD Oregon Tewaskan Tiga Anak dan Satu Orang Dewasa

Penembakan di SD Oregon Tewaskan Tiga Anak dan Satu Orang Dewasa

Bagikan:

Penembakan di Sekolah Dasar Silver Rail, Oregon, menewaskan tiga anak dan satu orang dewasa, sementara polisi menyelidiki kronologi kejadian serta pihak yang menembak tersangka.

OREGON – Penembakan di Sekolah Dasar Silver Rail, negara bagian Oregon, Amerika Serikat (AS), Kamis (15/10/2026), menewaskan tiga anak dan satu orang dewasa. Pelaku juga dilaporkan tewas ditembak, sementara polisi masih menyelidiki siapa yang melepaskan tembakan hingga menewaskan tersangka tersebut.

Kepolisian menerima laporan mengenai insiden itu sekitar pukul 13.00 waktu setempat dan tiba di lokasi dua menit kemudian. Tidak lama setelah petugas datang, polisi menerima informasi melalui radio bahwa tersangka telah dilumpuhkan.

Juru bicara Departemen Kepolisian Bend, Sheilla Miller, menjelaskan bahwa petugas bergerak cepat setelah menerima laporan. Namun, polisi belum dapat memastikan siapa yang menembak pelaku. Ada kemungkinan tembakan tersebut dilepaskan oleh seseorang yang berada di lokasi kejadian.

“Saat ini kami telah mengonfirmasi adanya sejumlah korban. Kondisi mereka saat ini belum diketahui. Anak-anak termasuk di antara para korban,” demikian pernyataan Kepolisian Oregon sebagaimana dikutip AFP dan diberitakan CNN Indonesia, Jumat (16/10/2026).

Setelah penembakan terjadi, Distrik Sekolah Bend-La Pine memberlakukan status lockdown di Sekolah Dasar Silver Rail untuk membatasi pergerakan dan menjaga keselamatan warga sekolah. Polisi kemudian mengawal para siswa menggunakan bus ke lokasi lain agar dapat bertemu kembali dengan keluarga masing-masing.

Kepala Distrik Sekolah Bend-La Pine, Steven Cook, menyampaikan duka atas peristiwa yang menimbulkan korban jiwa tersebut.

“Kami sangat terkejut dan berduka atas tragedi yang tidak masuk akal ini. Kami menyampaikan simpati yang sedalam-dalamnya kepada keluarga dan semua pihak yang terdampak,” kata Cook.

Hingga laporan tersebut disampaikan, polisi masih menghadapi sejumlah pertanyaan mengenai kronologi penembakan, termasuk identitas pihak yang menembak tersangka. Penyelidikan diperlukan untuk memperjelas rangkaian kejadian dan memastikan fakta terkait insiden mematikan yang melibatkan anak-anak di lingkungan sekolah tersebut. []

Redaksi 03

Bagikan:
Hukum Internasional