Penikaman di sebuah supermarket di Incheon, Korea Selatan, menyebabkan satu orang mengalami henti jantung dan sekitar tujuh lainnya terluka, sementara seorang pria yang diduga terlibat dilaporkan telah ditangkap.
INCHEON – Insiden penikaman di sebuah supermarket di Kota Incheon, Korea Selatan, Selasa (13/10/2026), menyebabkan satu orang mengalami henti jantung dan sekitar tujuh orang lainnya terluka. Seorang pria yang diduga terlibat dalam serangan tersebut dilaporkan telah ditangkap, sementara kondisi para korban belum dijelaskan secara terperinci dalam laporan yang tersedia.
Seorang pejabat dari Markas Besar Pusat Penanggulangan Bencana dan Keselamatan Korea Selatan mengonfirmasi jumlah korban dalam peristiwa tersebut.
“Satu orang mengalami henti jantung dan sekitar tujuh orang lainnya terluka,” kata pejabat itu, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Selasa (13/10/2026), dengan mengutip kantor berita AFP.
Media setempat melaporkan bahwa seorang pria yang diduga sebagai pelaku telah diamankan. Namun, informasi mengenai identitas terduga pelaku, motif penikaman, kronologi lengkap serangan, serta kondisi terkini para korban belum dipaparkan dalam laporan tersebut.
Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan keamanan publik di Korea Selatan. Negara tersebut selama ini dikenal relatif aman, dengan tingkat pembunuhan yang tercatat rendah dibandingkan rata-rata dunia.
Berdasarkan statistik resmi, angka pembunuhan di Korea Selatan pada 2021 mencapai 1,3 kasus per 100.000 penduduk. Angka itu jauh di bawah rata-rata global yang berada di kisaran enam kasus per 100.000 penduduk.
Meski demikian, sejumlah serangan penikaman juga pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pada Mei 2025, seorang pria menikam tiga petugas polisi. Kemudian, pada September 2025, tiga orang tewas akibat penikaman di sebuah restoran piza di Seoul.
Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan pentingnya upaya menjaga keamanan di ruang publik, termasuk pusat perbelanjaan dan tempat usaha yang ramai dikunjungi masyarakat. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap motif serta memastikan pertanggungjawaban hukum atas serangan di Incheon tersebut. []
Redaksi 03

